Menko Polkam Desak PBB Transparan Usut Serangan yang Tewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 07:40
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Foto ilustrasi Menko Polkam Djamari Chaniago saat rapat di kantor Kemenko Polkam (ANTARA/Ho-Humas Kemenko Polkam) Foto ilustrasi Menko Polkam Djamari Chaniago saat rapat di kantor Kemenko Polkam (ANTARA/Ho-Humas Kemenko Polkam) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bersikap transparan dalam menyelidiki serangan di Lebanon selatan yang menewaskan tiga personel pasukan perdamaian TNI.

"Pemerintah menuntut penyelidikan PBB yang cepat, transparan, dan komprehensif serta menegaskan bahwa pelaku harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa adanya kekebalan," ujar Djamari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ia menilai serangan berulang terhadap personel TNI merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi dan menunjukkan lemahnya komitmen pihak-pihak yang bertikai dalam menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

Baca Juga: Pemerintah dan PBB Beri Penghormatan dan Santunan untuk Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Diserahkan Langsung ke Keluarga

Selain itu, insiden tersebut juga meninggalkan duka mendalam bagi TNI karena kehilangan prajurit terbaik di tengah misi menjaga perdamaian dunia.

Menurut Djamari, jika peristiwa ini tidak ditangani secara serius, maka risiko serangan terhadap pasukan perdamaian dari negara lain juga akan meningkat di kawasan tersebut.

Oleh karena itu, ia kembali menegaskan agar PBB mengambil langkah tegas, solid, dan konsisten dalam menindaklanjuti hasil penyelidikan demi menjamin keamanan seluruh personel penjaga perdamaian.

Lebih lanjut, Kemenko Polkam sebagai pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP) akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keselamatan personel yang bertugas di wilayah konflik.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong evaluasi ulang terhadap protokol keamanan prajurit agar lebih adaptif terhadap dinamika situasi di Lebanon selatan.

Baca Juga: Indonesia Desak Pemulangan Bermartabat Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Sebelumnya, tiga personel TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur saat menjalankan tugas pada Maret 2026.

Berdasarkan data TNI, korban yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar.

Farizal meninggal akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, Minggu, 29 Maret 2026. Sementara itu, Nur Ichwan dan Zulmi gugur akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan, Senin, 30 Maret 2026.

(Sumber: Antara)

x|close