Trump Klaim Misi Militer AS di Iran Hampir Rampung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 16:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Xinhua/Lian Yi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Xinhua/Lian Yi. (Antara)

Ntvnews.id

Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa misi militer negaranya di Iran hampir mencapai target yang telah ditetapkan.

"Malam ini, saya senang mengatakan bahwa tujuan strategis inti ini hampir selesai," ujarnya dalam pidato mengenai Operasi Epic Fury pada Rabu, 1 April 2026.

Trump mengungkapkan bahwa dalam empat pekan terakhir, militer AS telah mencatatkan hasil yang signifikan.

"Sejak awal Operasi Epic Fury, kami akan terus berlanjut hingga tujuan tercapai. Sekarang, kami berada di jalur untuk segera menyelesaikan semua tujuan militer," katanya.

Ia juga menyampaikan ancaman akan melanjutkan serangan dalam waktu dekat.

"Kami akan menyerang mereka sangat keras dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada,” kata Trump.

Baca Juga: Iran Bantah Klaim Trump Soal Gencatan Senjata

Ketegangan meningkat sejak Jumat, 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Sejak operasi tersebut dimulai, sebanyak 13 personel militer AS dilaporkan tewas dan sekitar 303 lainnya mengalami luka-luka.

Trump juga mengenang para prajurit yang gugur dalam konflik tersebut.

"Kini kita harus menghormati mereka dengan menyelesaikan misi tersebut," katanya.

Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan Iran masih berlangsung. Namun, Trump memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan, AS akan menargetkan seluruh pembangkit listrik Iran.

"Kami belum menyerang ladang minyak mereka, meski itu target paling mudah, karena itu tak memberi mereka peluang untuk bertahan. Namun, kami bisa menyerangnya dan itu akan hilang," ujarnya.

Baca Juga: Serangan Iran Tak Surut, Ribuan Rudal dan Drone Terus Hantam Kawasan Teluk

Trump juga menyebut bahwa Amerika Serikat hampir tidak lagi bergantung pada impor minyak melalui Selat Hormuz dan tidak akan melakukannya di masa depan.

Ia menilai Iran telah mengalami kehancuran baik secara militer maupun ekonomi, serta mendorong negara-negara lain untuk menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.

Selain itu, Trump menyarankan negara-negara yang mengalami krisis energi untuk membeli minyak dari AS atau mengambil langkah sendiri dalam menguasai Selat Hormuz.

"Bagian tersulit telah selesai. Ketika konflik berakhir, selat itu akan terbuka dengan sendirinya," kata dia.

(Sumber: Antara)

x|close