A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Trump Buka Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran Meski Dinilai Belum Perlu - Ntvnews.id

Trump Buka Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran Meski Dinilai Belum Perlu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Apr 2026, 15:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id

Istanbul - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa hingga saat ini dirinya belum melihat kebutuhan untuk mengerahkan pasukan darat ke Iran, meskipun opsi tersebut tetap terbuka.

“Saya tidak berpikir itu perlu, tetapi saya tidak menutup opsi apa pun,” ujarnya kepada ABC News pada Minggu, 5 April 2026.

Dalam pernyataan terpisah yang disampaikan kepada The Hill, Trump kembali menegaskan bahwa kemungkinan pengerahan pasukan darat tetap dipertimbangkan, terutama jika Iran tidak mencapai kesepakatan dengan Washington.

Baca Juga: Iran Ancam Serangan Balasan Lebih Dahsyat Jika Infrastruktur Sipil Kembali Diserang

Sikap tersebut konsisten dengan pernyataan-pernyataan yang ia sampaikan sebelumnya selama periode konflik dengan Iran.

Bahkan, dalam wawancara dengan New York Post, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keraguan terkait kemungkinan penggunaan pasukan darat.

Pihak Gedung Putih kemudian memberikan klarifikasi bahwa hingga kini pengerahan pasukan darat belum menjadi bagian dari rencana yang sedang dijalankan. Meski demikian, disebutkan bahwa Trump “secara bijak tetap membuka semua opsi.”

Baca Juga: AS–Iran Disebut Sedang Bahas Gencatan Senjata 45 Hari, Diplomasi Berjalan di Tengah Ancaman Eskalasi

Ketegangan antara kedua pihak meningkat sejak serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar Israel, serta beberapa negara lain seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pertahanan diri Iran.

Situasi ini menunjukkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah masih berada dalam kondisi yang sangat dinamis, dengan berbagai kemungkinan langkah strategis yang masih terbuka dari masing-masing pihak.

(Sumber: Antara)

x|close