Dahnil Tegaskan War Ticket Haji Masih Wacana, Belum Jadi Kebijakan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 20:55
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak dalam wawancara cegat di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, Jumat (10/4/2026). ANTARA/Asep Firmansyah. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak dalam wawancara cegat di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, Jumat (10/4/2026). ANTARA/Asep Firmansyah. (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa konsep War Ticket haji atau sistem pembelian tiket secara langsung bukanlah kebijakan yang akan diterapkan dalam waktu dekat, melainkan masih sebatas wacana.

“(War Ticket) itu bukan kebijakan tahun ini, jadi jangan salah. Itu bukan kebijakan tahun ini, itu adalah wacana kita,” ujar Dahnil saat menutup Rakernas Kementerian Haji dan Umrah di Asrama Haji Cipondoh, Tangerang, Jumat, 10 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa istilah War Ticket muncul sebagai bagian dari gagasan transformasi sistem perhajian, dengan tujuan memperpendek masa tunggu haji yang saat ini rata-rata mencapai 26,4 tahun.

Baca Juga: Pemerintah Kaji Skema Haji Tanpa Antrean, Masih Tahap Pembahasan

Namun demikian, pemerintah masih mencari formulasi terbaik agar kebijakan tersebut nantinya tidak merugikan calon jamaah yang telah lebih dulu mendaftar.

“Ini bukan kebijakan, ini adalah upaya yang sedang kita cari untuk melakukan transformasi perhajian kita supaya kita bisa memperpendek antrian bahkan meniadakan antrian,” ujar Dahnil.

Wacana ini pun memicu beragam respons di masyarakat, terutama di media sosial. Sebagian pihak menilai sistem tersebut berpotensi menyulitkan masyarakat di daerah atau mereka yang belum terbiasa dengan teknologi digital.

Selain itu, muncul pula kekhawatiran terkait nasib calon jamaah yang sudah menunggu bertahun-tahun, serta potensi praktik percaloan dalam pelaksanaannya.

Di sisi lain, ada juga pihak yang mendukung gagasan ini karena dinilai dapat membantu mengurangi antrean, khususnya bagi calon jamaah yang telah lanjut usia agar bisa segera berangkat.

Baca Juga: Prabowo Turunkan Biaya Haji Rp2 Juta, Penyelenggara Perjalanan: Meringankan Jemaah

Konsep War Ticket juga dikaitkan dengan prinsip istithaah atau kemampuan dalam berhaji, baik dari segi fisik, mental, maupun finansial, sesuai dengan ajaran bahwa ibadah haji diwajibkan bagi yang mampu.

Meski demikian, Dahnil menegaskan bahwa wacana tersebut masih dalam tahap awal dan belum dibahas secara mendalam oleh pemerintah.

“Nah salah satu yang sekarang lagi kami pikir, kami sedang memformulasikan itu tadi istilahnya War Ticket,” ujar Dahnil.

(Sumber: Antara)

x|close