Pakistan Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi di Tengah Ketegangan AS-Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 08:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi jet tempur Pakistan. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu) Ilustrasi jet tempur Pakistan. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu) (Antara)

Ntvnews.id, Riyadh - Pemerintah Pakistan mengerahkan armada pesawat jet tempur ke Arab Saudi, menandai langkah militer konkret pertama sejak diberlakukannya pakta pertahanan bersama kedua negara.

Langkah ini terjadi di tengah peran Islamabad sebagai mediator dalam perundingan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di ibu kota Pakistan pada Sabtu dan berakhir pada Minggu, 12 April 2026.

Dilansir dari Al Jazeera, Senin, 13 April 2026, armada yang terdiri dari jet tempur dan pesawat pendukung tersebut mendarat di Pangkalan Udara King Abdulaziz di Provinsi Timur Arab Saudi pada Sabtu waktu setempat. Kementerian Pertahanan Arab Saudi juga telah mengonfirmasi kedatangan armada tersebut.

Pengerahan ini merupakan bagian dari implementasi perjanjian pertahanan kolektif yang ditandatangani pada September 2025. Dalam kesepakatan itu, Pakistan dan Arab Saudi sepakat bahwa serangan terhadap salah satu pihak akan dianggap sebagai serangan terhadap keduanya.

Perjanjian strategis tersebut ditandatangani saat kunjungan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, ke Riyadh untuk bertemu Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Baca Juga: Dubes: Pakistan Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina

Di sisi lain, Pakistan juga tengah memfasilitasi dialog langsung antara delegasi AS dan Iran di Islamabad. Upaya diplomatik ini bertujuan untuk meredakan konflik yang telah berlangsung selama beberapa pekan di kawasan.

Ketegangan meningkat sejak Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke fasilitas AS di negara-negara Teluk sebagai respons atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengungkapkan bahwa pada awal Maret pihaknya telah memperingatkan Teheran mengenai kewajiban militer Islamabad terhadap Riyadh. Iran juga sempat meminta jaminan agar wilayah Saudi tidak digunakan sebagai basis serangan terhadap mereka.

Namun demikian, serangan Iran terhadap target di Arab Saudi, termasuk pangkalan strategis dan fasilitas terkait AS, dilaporkan masih berlanjut.

Sebagai respons, Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, melakukan kunjungan ke Riyadh untuk membahas langkah mitigasi dalam kerangka kerja pakta pertahanan tersebut.

Beberapa hari sebelum pengerahan jet, Perdana Menteri Sharif juga menegaskan komitmen Pakistan untuk berdiri “bahu-membahu” bersama Arab Saudi dalam komunikasi dengan putra mahkota.

Ilustrasi - Jet tempur Pakistan. (ANTARA/Anadolu/py) <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Jet tempur Pakistan. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Di luar kerja sama militer, kedua negara juga sepakat mempercepat realisasi investasi Arab Saudi senilai USD5 miliar ke Pakistan. Arab Saudi sendiri menjadi tempat tinggal bagi sekitar 2,5 juta pekerja Pakistan yang kontribusi remitansinya sangat penting bagi perekonomian Islamabad.

Analis keamanan yang berbasis di Islamabad, Imtiaz Gul, menilai pengerahan jet ini lebih sebagai sinyal politik ketimbang eskalasi militer.

Baca Juga: Salip India, Pakistan Maju sebagai Mediator di Tengah Konflik Iran

“Ini adalah pesan kepada Iran agar lebih fleksibel dalam perundingan, sekaligus menegaskan komitmen Pakistan terhadap pakta strategis dengan Arab Saudi,” ujarnya kepada Al Jazeera.

Sementara itu, peneliti senior Atlantic Council, Michael Kugelman, menyebut langkah tersebut sebagai manuver berisiko.

Menurutnya, Pakistan sedang mengirimkan sinyal bahwa jika konflik terus berlanjut tanpa kompromi, Islamabad berpotensi semakin mendekat ke Riyadh dan mengaktifkan sepenuhnya pakta pertahanan yang telah disepakati.

x|close