Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan petugas terkait proses validasi data jamaah haji. Modus ini biasanya dilakukan dengan dalih pembaruan atau verifikasi data yang sebenarnya tidak resmi.
Pelaku umumnya menghubungi calon jamaah secara langsung maupun melalui pesan singkat, lalu berpura-pura sebagai petugas Kemenhaj. Dalam aksinya, mereka meminta data pribadi hingga mengarahkan korban untuk melakukan panggilan video guna merekam wajah sebagai bagian dari proses yang diklaim sebagai validasi data.
Baca Juga: Kemenhaj Bicara Kompensasi atas Terbakarnya Bus Jamaah Umrah di Madinah
Kemenhaj mengingatkan bahwa praktik tersebut berpotensi menimbulkan berbagai risiko serius, seperti penyalahgunaan data pribadi untuk pinjaman online, pembobolan rekening, hingga peretasan akun media sosial, surat elektronik, maupun dompet digital milik korban.
Untuk menghindari hal tersebut, masyarakat diminta tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, menghindari tautan mencurigakan, serta tidak memberikan kode verifikasi kepada siapa pun. Selain itu, masyarakat juga diimbau memastikan setiap informasi hanya berasal dari sumber resmi Kemenhaj dan tetap waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital.
Baca Juga: Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Haji 2026, Cegah Penipuan Jamaah
Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenhaj, Farosa, menegaskan pentingnya pelaporan jika menemukan indikasi penipuan. “Masyarakat yang menerima komunikasi mencurigakan diminta untuk segera melapor atau melakukan verifikasi melalui akun media sosial resmi Kementerian Haji dan Umrah atau mendatangi kantor wilayah kementerian terdekat.” Laporan dapat disampaikan melalui layanan pengaduan resmi yang telah disediakan oleh Kemenhaj.
Berikut Infografiknya:
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan petugas dengan dalih perlu melakukan validasi atau pembaruan data jamaah. (Antara)
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan petugas dengan dalih perlu melakukan validasi atau pembaruan data jamaah. (Antara)