Fauzan Zidni Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum BPI 2026–2030

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 12:43
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Fauzan Zidni terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) periode 2026-2030. (ANTARA/HO-POPLICIST Publicist) Fauzan Zidni terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) periode 2026-2030. (ANTARA/HO-POPLICIST Publicist) (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Fauzan Zidni resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia periode 2026–2030 dalam Kongres IV BPI yang berlangsung pada 10–12 April 2026 di Jakarta.

Ia menggantikan Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum sebelumnya, Celerina Judisari.

“Saya berterimakasih kepada stakeholder BPI yang telah memberi kepercayaan besar ini untuk menjalankan agenda bersama seluruh masyarakat film Indonesia,” ujar Fauzan dalam keterangan pers yang diterima, Senin, 13 April 2026.

Baca Juga: Infografik: Ghost in the Cell Tembus 86 Negara, Film Indonesia Mendunia

Fauzan menyampaikan bahwa salah satu fokus utama kepemimpinannya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perfilman melalui sinkronisasi kurikulum, program magang terpadu, serta pengiriman talenta muda ke sekolah film terbaik di luar negeri dan berbagai film lab internasional.

Selain itu, BPI juga akan mendorong gerakan anti-pembajakan film secara menyeluruh, penyelenggaraan Festival Film Indonesia, serta menjalankan fungsi-fungsi kelembagaan sesuai amanat Undang-Undang Perfilman.

“BPI akan menyusun revisi UU Perfilman bersama Kementerian Kebudayaan untuk penguatan kelembagaan BPI, penguatan profesi perfilman, penguatan dukungan pemerintah terhadap perfilman, kepastian hukum dan kemudahan investasi, serta perlindungan kebebasan berekspresi,” ujar dia.

Kongres tersebut juga menjadi ajang pembahasan Rencana Induk Pengembangan BPI yang akan mendorong lahirnya Rencana Induk Perfilman Nasional sebagai amanat UU Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman.

Dokumen strategis ini akan menjadi panduan jangka panjang bagi ekosistem perfilman Indonesia, mencakup pengembangan SDM, infrastruktur produksi, distribusi, promosi, hingga kerangka regulasi guna menciptakan industri film yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan hingga 2045.

Baca Juga: Film AIN, Ketika Pandangan Menjadi Ancaman yang Tak Terlihat

Dalam kongres yang dihadiri 67 pemangku kepentingan tersebut, turut terpilih anggota Dewan Pengawas BPI yakni Fajar Nugros, Agustina Kusuma Dewi, Nasaruddin Saridz, Danu Murti, dan Judith Dipodiputro.

Fauzan sendiri dikenal sebagai produser film dengan pengalaman lebih dari 14 tahun.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) periode 2016–2019 dan menjadi Dewan Penasihat sejak 2019.

Sebagai produser, ia terlibat dalam sejumlah film seperti *What They Don't Talk About When They Talk About Love, Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak, Tukar Takdir, dan Perang Kota.

Selain itu, Fauzan juga pernah menjabat sebagai Executive Producer/Head of Original Content di The Walt Disney Company Indonesia pada periode 2022–2024.

(Sumber: Antara)

x|close