Rektor UI Buka Suara soal Dugaan Chat Lecehkan Wanita Mahasiswa Fakultas Hukum

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 16:02
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah (NTVnews.id/Deddy Setiawan)

Ntvnews.id, Jakarta - Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, merespons beredarnya tangkapan layar percakapan tidak pantas yang diduga melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum UI. Kasus ini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.

Heri menyatakan baru mengetahui informasi tersebut pada malam sebelumnya dan langsung melakukan komunikasi dengan pihak fakultas untuk mendapatkan penjelasan awal. Ia menegaskan bahwa pihak rektorat tidak tinggal diam dan akan mengawasi secara langsung proses penanganan yang dilakukan di tingkat fakultas.

"Saya baru mendengarnya tadi malam ya dan saya udah tanya ke dekannya lagi menunggu respons. Tetapi saya juga perhatikan di berbagai media, dekan Fakultas Hukum sudah meresponsnya. Jadi nanti kita direktorat akan monitor bagaimana penanganan di fakultas. Sama-sama kita monitor ya, kita lawan pelecehan seksual," jelas Heri.

Baca Juga: Pengamat: Demokrasi Tunjukkan Daya Tahan di Era Prabowo, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik

Menurutnya, pengawasan dari tingkat universitas penting untuk memastikan kasus ini ditangani secara serius dan sesuai dengan prinsip yang berlaku. Ia juga menekankan komitmen institusi dalam menolak segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan kampus.

Sementara itu, Fakultas Hukum UI telah lebih dahulu memberikan pernyataan resmi melalui akun media sosialnya. Pihak fakultas mengonfirmasi telah menerima laporan terkait percakapan dalam grup chat tersebut dan menyatakan sikap tegas terhadap perilaku yang dinilai melanggar norma.

"Fakultas mengecam keras segala bentuk perilaku yang merendahkan martabat manusia serta bertentangan dengan nilai hukum dan etika akademik," pernyataan Fakultas Hukum UI.

Saat ini, proses penelusuran tengah berlangsung dengan pendekatan yang berhati-hati dan menyeluruh. Fakultas memastikan setiap langkah dilakukan secara cermat guna menjaga keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Baca Juga: Pengiriman di Selat Hormuz Terhenti Total Usai Blokade AS Terhadap Iran

"Apabila ditemukan pelanggaran, termasuk yang berpotensi melanggar hukum pidana, Fakultas akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku serta berkoordinasi dengan pihak berwenang," lanjutnya.

Di tengah proses tersebut, pihak fakultas juga menegaskan bahwa perlindungan terhadap sivitas akademika menjadi prioritas utama. Mekanisme pelaporan yang aman telah disediakan, termasuk akses kepada pihak yang dapat memberikan dukungan bagi korban atau pihak yang membutuhkan.

Fakultas juga mengimbau publik untuk tidak memperkeruh situasi dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghormati proses yang sedang berjalan hingga tuntas.

x|close