Menhaj Pastikan Antrean Haji Aman, Skema “War Tiket” Masih Wacana

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Apr 2026, 17:37
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menjawab pertanyaan wartawan terkait wacana Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menjawab pertanyaan wartawan terkait wacana (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa skema perebutan atau “war tiket” haji masih sebatas wacana, sehingga calon jemaah yang telah mengantre bertahun-tahun tidak perlu merasa khawatir.

“Itu masih wacana. Jadi, jemaah enggak perlu takut lah nanti, ‘Saya sudah antre sepuluh tahun, kok dihanguskan?’ Enggak, enggak. Tidak ada,” kata Menhaj Irfan usai rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa gagasan “war tiket” muncul sebagai salah satu opsi untuk mengurangi panjangnya antrean haji di Indonesia. Namun, konsep tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi kebijakan resmi.

“Kita butuh terobosan-terobosan untuk memangkas antrean yang panjang ini,” katanya.

Baca Juga: DPR: War Tiket Tak Selesaikan Masalah Antrean Haji

Menurutnya, penerapan skema tersebut memerlukan diskusi mendalam dengan berbagai pihak, termasuk Komisi VIII DPR RI, pelaku usaha penyelenggara haji, serta para calon jemaah.

“Banyak hal, banyak stakeholder yang harus kita bicarakan; dan ini bukan keputusan dalam waktu sebulan-dua bulan, ini pasti butuh waktu panjang,” tuturnya.

Ia juga mengakui bahwa wacana tersebut menuai kritik dari sejumlah anggota legislatif. Meski demikian, pemerintah tetap akan mengkaji berbagai opsi solusi untuk mengatasi persoalan antrean haji yang panjang.

“Cuma mungkin istilahnya bukan war tiket atau apalah istilahnya,” kata dia.

Irfan belum dapat memastikan kapan skema baru tersebut akan diterapkan. Namun, pemerintah berkomitmen untuk mencari solusi secepat mungkin.

Yang jelas, ia menegaskan bahwa kebijakan baru nantinya tidak akan merugikan jemaah yang sudah masuk dalam daftar antrean.

Baca Juga: Menteri Haji: Petugas Haji Mulai Berangkat 17 April 2026

“Yang jelas antrean tidak akan kita hanguskan. Itu tetap, baik jemaah yang sudah antre lima tahun, sepuluh tahun, 15 tahun, enggak perlu khawatir,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga telah menjajaki komunikasi dengan Arab Saudi terkait kemungkinan pemanfaatan kuota haji dari negara lain sebagai solusi alternatif.

Namun, menurut Irfan, pihak Arab Saudi masih belum sepenuhnya terbuka terhadap opsi tersebut.

“Itu sudah pernah kita jajaki, tapi pemerintah Saudi kayaknya masih belum welcome (terbuka) dengan pola yang ini. Nanti kita coba bicara lagi dengan pemerintah Saudi,” ucap dia.

(Sumber: Antara)

x|close