Ntvnews.id, Jakarta - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menegaskan bahwa arah masa depan Indonesia tidak bergantung pada satu atau dua figur di pucuk kekuasaan, melainkan pada lahirnya generasi pemimpin yang kompeten di berbagai bidang.
Menurut Dino, keberhasilan transformasi nasional hanya dapat dicapai melalui kepemimpinan kolektif yang kuat dan merata.
“Indonesia hanya akan bisa maju kalau terbentuk satu barisan, a generation of competent leaders,” ujar Dino dalam forum Supermentor di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa kemajuan bangsa tidak bisa hanya ditopang oleh segelintir elite. Sebaliknya, diperlukan kehadiran pemimpin berkualitas di seluruh tingkatan, baik di pusat maupun daerah, serta di berbagai sektor strategis.
Baca Juga: TikTok Patuhi PP Tunas, 780 Ribu Akun Anak Dinonaktifkan
“Tidak bisa hanya satu atau dua orang di atas. Tapi harus ada generasi pemimpin yang kompeten di seluruh Indonesia, di berbagai sektor,” katanya.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri tersebut menilai, pemimpin masa depan harus memiliki karakter reformis, terbuka, moderat, kreatif, serta menjunjung tinggi integritas dalam mendorong perubahan sosial dan pembangunan nasional.
Lebih lanjut, Dino menekankan bahwa kepemimpinan bukan semata-mata bakat alami, melainkan kemampuan yang bisa dipelajari dan dikembangkan melalui proses pendidikan dan pengalaman.
“Leadership itu ilmu, skill, dan disiplin yang bisa diajarkan, dilatih, dan diasah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembentukan generasi pemimpin yang tangguh menjadi fondasi penting bagi Indonesia dalam mencapai target pembangunan jangka panjang, termasuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal (NTVnews)