Viral Mobil Polisi Dikepung Warga di Tebet, Ini Fakta Sebenarnya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Apr 2026, 07:42
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Mobil Polisi Digeruduk Massa di Tebet Mobil Polisi Digeruduk Massa di Tebet (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan mobil patroli polisi dikepung warga di kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi.

Dalam video yang beredar, tampak kendaraan dinas kepolisian menjadi sasaran amukan massa. Narasi yang menyertai unggahan itu bahkan menyebut mobil polisi tersebut menabrak warga, sehingga memicu kemarahan warga sekitar.

Namun, pihak kepolisian memastikan informasi tersebut tidak benar.

"Terkait informasi yang menyebut adanva mobil polisi menabrak warga, hal tersebut tidak benar," ujar Kapolsek Tebet Kompol Iwan Gunawan, Selasa (14/4/2026).

Iwan menjelaskan, peristiwa yang terjadi sebenarnya bermula dari tawuran antarwarga pada Senin malam (13/4/2026). Situasi sempat memanas sebelum akhirnya petugas kepolisian datang untuk membubarkan keributan.

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian 15 April 2026: Galeri24, UBS dan Antam Melonjak Dekati Rp3 Juta per Gram

Kehadiran polisi di lokasi justru menjadi bagian dari upaya meredam konflik. Tawuran berhasil dihentikan dalam waktu relatif singkat.

Di tengah situasi tersebut, seorang warga dilaporkan terkena lemparan batu dan terjatuh di dekat mobil polisi. Insiden inilah yang kemudian disalahartikan oleh sebagian warga dan memicu kemarahan massa terhadap kendaraan polisi.

"Akibat situasi tersebut, sempat teriadi pelemparan terhadap kendaraan dinas hingga mengalami kerusakan," ungkap Iwan.

Korban yang terluka langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Polisi pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar cepat di media sosial.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," kata Iwan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa viralnya sebuah video tidak selalu mencerminkan fakta sebenarnya di lapangan.

x|close