AS Terapkan Blokade Laut ke Pelabuhan Iran, Tegaskan Bukan di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Apr 2026, 07:50
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/aa.) Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/aa.) (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Angkatan Laut Amerika Serikat menetapkan blokade terhadap garis pantai dan pelabuhan Iran, namun menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak mencakup Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dalam konferensi pers, Kamis.

“Perlu saya tegaskan. Blokade ini berlaku untuk semua kapal, tanpa memandang kewarganegaraan, yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran. Tindakan AS ini merupakan blokade terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran, bukan blokade terhadap Selat Hormuz,” kata Caine dalam konferensi pers.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut akan mencakup perairan teritorial Iran hingga wilayah perairan internasional yang menjadi area tanggung jawab militer Amerika Serikat. Operasi ini juga akan diperluas ke kawasan lain, termasuk Samudra Pasifik.

Baca Juga: Tanker Raksasa Iran Diklaim Lolos Blokade AS, Berlayar Lewati Selat Hormuz

“Di bawah komando Laksamana Paparo, kami akan secara aktif mengejar setiap kapal berbendera Iran atau kapal mana pun yang mencoba memberikan dukungan material kepada Iran. Ini termasuk kapal armada gelap yang mengangkut minyak Iran,” tambah Caine.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat setelah pada 28 Februari, AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang mengakibatkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Iran Sebut Blokade AS di Selat Hormuz Ganggu Gencatan Senjata

Upaya diplomasi sempat dilakukan ketika Iran dan Amerika Serikat menggelar pembicaraan di Islamabad pada 11 April, menyusul pengumuman Presiden Donald Trump mengenai kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan. Namun sehari kemudian, Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa negosiasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.

Delegasi Amerika Serikat akhirnya kembali tanpa hasil, dan situasi kembali memanas. Selanjutnya, Trump mengumumkan kebijakan blokade terhadap seluruh kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.

(Sumber: Antara)

x|close