Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut positif langkah Iran yang kembali membuka jalur perdagangan minyak global di Selat Hormuz.
Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyampaikan apresiasi atas keputusan tersebut.
"IRAN BARU SAJA MENGUMUMKAN SELAT IRAN TELAH SEPENUHNYA TERBUKA DAN SIAP UNTUK DILEWATI SEPENUHNYA. TERIMA KASIH!" tulis Trump.
Pernyataan itu muncul setelah Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz seiring dengan tercapainya gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.
"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata," kata Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi.
Baca Juga: Kaesang Lobi Iran Demi Akses Selat Hormuz untuk Pertamina
Araghchi menambahkan bahwa kapal-kapal yang melintas tetap harus mengikuti "rute terkoordinasi" yang telah ditetapkan oleh otoritas maritim Iran.
Sebelumnya, Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku pada Kamis pukul 17.00 waktu setempat.
Iran sempat menutup Selat Hormuz sebagai bentuk tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel, menyusul serangan intensif yang dilancarkan sejak akhir Februari. Penutupan jalur vital tersebut sempat memicu kekhawatiran global terkait potensi krisis bahan bakar dan lonjakan harga energi.
Situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat turut memblokade kapal-kapal Iran menyusul kegagalan perundingan antara kedua negara. Upaya negosiasi damai yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, pekan lalu pun berakhir tanpa kesepakatan.
Dalam perundingan tersebut, Washington menuntut Iran menghentikan program nuklirnya. Namun, Teheran menolak dan menyoroti serangan Israel ke Lebanon sebagai bagian dari eskalasi konflik di kawasan.
Arsip - Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, 30 April 2019. (ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa.) (Antara)