Serangan terhadap UNIFIL Dikecam, Indonesia Serukan Penghormatan Gencatan Senjata

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Apr 2026, 13:25
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Arsip - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), 20 Oktober 2025. (ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri.) Arsip - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), 20 Oktober 2025. (ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri.) (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita kepada Prancis atas gugurnya salah satu personel pasukan penjaga perdamaian di Lebanon yang tergabung dalam UNIFIL, menyusul insiden yang terjadi pada Sabtu, 18 April 2026.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan di platform X pada Minggu, 19 April 2026, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menilai serangan tersebut tidak dapat diterima, terlebih terjadi saat berlangsungnya kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari.

"Seluruh pihak harus menahan diri, menghormati kedaulatan negara, dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional," sebut pernyataan itu.

Baca Juga: Indonesia dan Negara Kontributor UNIFIL Kutuk Serangan terhadap Pasukan Perdamaian di Lebanon

Kemlu menegaskan bahwa proses negosiasi yang sedang berjalan serta kesepakatan gencatan senjata harus dihormati sepenuhnya tanpa adanya pelanggaran berupa aksi kekerasan.

Langkah tersebut dinilai berpotensi memperburuk situasi dan membahayakan keselamatan personel yang bertugas di lapangan.

"Indonesia terus menyampaikan kekhawatirannya terhadap serangan berulang terhadap UNIFIL. Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran; aksi tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang," kata Kemlu.

Indonesia juga menyatakan solidaritas kepada Prancis serta negara-negara lain yang turut berkontribusi dalam misi penjaga perdamaian.

Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan bagi personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebagaimana tercantum dalam Pernyataan Bersama tentang Keselamatan dan Keamanan Personel PBB pada 9 April 2026.

Sebelumnya, laporan dari Anadolu Agency pada Sabtu, 18 April 2026 menyebutkan bahwa Presiden Emmanuel Macron mengonfirmasi satu tentara Prancis gugur dan tiga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan di Lebanon selatan yang menargetkan UNIFIL.

Baca Juga: PBB Ungkap Penyebab Tewasnya Pasukan UNIFIL di Lebanon

Macron juga menyampaikan bahwa Prancis meminta otoritas Lebanon segera menangkap pihak yang bertanggung jawab serta bekerja sama dengan UNIFIL.

Di sisi lain, Indonesia sebelumnya juga kehilangan tiga personel UNIFIL pada 29 dan 30 Maret 2026 di wilayah Lebanon selatan.

Selain itu, delapan prajurit Tentara Nasional Indonesia tercatat mengalami luka saat menjalankan misi penjaga perdamaian PBB.

Indonesia pun telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap seluruh insiden yang melibatkan UNIFIL, sebagaimana disampaikan Kemlu RI pada 4 April 2026.

(Sumber: Antara)

x|close