Ntvnews.id
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menyampaikan bahwa bonus demografi yang saat ini dirasakan merupakan hasil dari upaya panjang program KB yang telah dijalankan selama beberapa dekade.
Ia menilai generasi sebelumnya, terutama kelompok baby boomers, memiliki kedisiplinan tinggi, kepatuhan, serta semangat kebersamaan yang kuat.
"Bonus demografi ini kita tuai dari Prof Haryono Suyono (Kepala BKKBN periode pertama) dengan program KB, sehingga lahirlah hari ini bonus demografi, yakni umur 14-65 tahun yang masih produktif. Solidaritas sosial menjadi faktor penting keberhasilan program keluarga berencana pada masanya," ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 19 April 2026.
Wihaji menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kebersamaan dalam mengajak masyarakat menjadi akseptor, memberikan pemahaman, serta meyakinkan pentingnya penggunaan kontrasepsi sebagai bagian dari pendekatan program KB.
Baca Juga: BKKBN Tekankan Pentingnya Penataan Kota Inklusif Hadapi Lonjakan Urbanisasi
Ia juga menekankan perlunya penguatan kembali program keluarga berencana sebagai strategi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Menurutnya, pengendalian jumlah penduduk harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM.
"Kemendukbangga/BKKBN memperkuat pendekatan pembangunan berbasis keluarga melalui implementasi delapan fungsi keluarga sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Kita akan berkarya, bekerja, khususnya untuk tidak lelah membangun dan berdaya bersama-sama demi bisa berkontribusi untuk Indonesia," katanya.
Sementara itu, mantan Kepala BKKBN periode 1983–1998, Haryono Suyono, mengingatkan bahwa keberhasilan program KB Indonesia telah mendapatkan pengakuan dunia internasional.
Pada tahun 1989, Indonesia menerima penghargaan UN Population Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa atas komitmen dalam menurunkan angka fertilitas secara signifikan hingga lebih dari 50 persen.
Ia menilai pencapaian tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk struktur penduduk yang ideal sebagai modal pembangunan di masa depan, sekaligus warisan berharga bagi generasi penerus.
Baca Juga: Kemendukbangga Tegaskan Arus Balik Kota Besar Bisa Menghambat Bonus Demografi
"Lembaga kita telah berhasil membuat struktur penduduk kita lurus, tidak ada bengkok lain sama sekali. Semuanya lurus dan mempunyai keruncingan," ucap Haryono.
Melalui kolaborasi lintas generasi dan penguatan kembali program keluarga berencana, Kemendukbangga/BKKBN menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan bonus demografi melalui pembangunan keluarga yang berkualitas.
Penguatan delapan fungsi keluarga disebut menjadi strategi utama pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mendorong percepatan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
(Sumber: Antara)
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam perkumpulan Juang Kencana di Jakarta pada Rabu (15/4/2026). ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN (Antara)