Trump Diduga Transfer Dana BoP Rp263 Triliun ke Israel, Warga Gaza Hanya Bisa Gigit Jari

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 09:32
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Isu dugaan pengalihan dana bantuan untuk Jalur Gaza kembali menyeret nama Donald Trump ke pusat kontroversi internasional. Laporan yang pertama kali dimuat oleh Al Akhbar edisi April 2026 menyebutkan adanya alokasi dana besar yang tidak lagi digunakan sesuai tujuan awalnya.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa dana sebesar 17 miliar dolar AS, setara sekitar Rp263,5 triliun, yang semula dipersiapkan untuk rekonstruksi Gaza justru dialihkan kepada Israel. Pengalihan ini dikaitkan dengan dinamika konflik regional yang meningkat, khususnya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Kontroversi semakin menguat setelah Nickolay Mladenov, yang menjabat sebagai Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian (BoP), menyampaikan kepada komite administratif pengelola Gaza bahwa dana yang sebelumnya dijanjikan kini telah habis sepenuhnya. Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai transparansi dan arah penggunaan dana internasional yang sedianya ditujukan untuk pemulihan wilayah tersebut.

Baca Juga: DPR Harap Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Bikin Harga Sembako Naik

Sumber laporan menyebutkan bahwa dana tersebut berasal dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif yang diluncurkan pada Februari 2026 oleh Trump. Dalam peluncurannya, Trump menjanjikan total pendanaan sebesar 17 miliar dolar AS untuk rekonstruksi Gaza, terdiri dari 10 miliar dolar AS kontribusi Amerika Serikat dan 7 miliar dolar AS dari negara lain.

Namun, realisasi pendanaan ini menjadi perdebatan. Sejumlah sumber yang dikutip oleh Reuters menyebutkan bahwa BoP hanya menerima sebagian kecil dari total dana yang dijanjikan. Di sisi lain, pihak BoP secara resmi membantah klaim tersebut dan menegaskan bahwa seluruh permintaan pendanaan telah dipenuhi “secara penuh”.

Pertanyaan mengenai sumber dana juga menjadi sorotan. Laporan yang beredar mengindikasikan bahwa kontribusi 10 miliar dolar AS dari Amerika Serikat tidak langsung tersedia dan kemungkinan dialokasikan ulang dari sumber lain. Situasi ini beriringan dengan eskalasi konflik di kawasan serta terhentinya rencana rekonstruksi Gaza yang sebelumnya didukung oleh Amerika Serikat setelah konflik berkepanjangan selama dua tahun.

Baca Juga: Harga Emas Antam Awal Pekan Merosot Rp44 Ribu, Jadi Rp2,84 Juta per Gram

Sejumlah laporan bahkan mengaitkan kekurangan dana yang dialami BoP dengan kemungkinan penggunaan dana tersebut untuk mendukung Israel dalam konflik melawan Iran. Disebutkan bahwa dari total dana yang terkumpul sekitar 20 miliar dolar AS, sebagian besar, mendekati angka 17 miliar dolar AS, diduga telah digunakan dalam konteks tersebut.

Meski demikian, penting dicatat bahwa klaim mengenai pengalihan seluruh dana ke Israel berasal dari sumber tertentu dan masih berada dalam pusaran narasi yang saling bertentangan. Media Barat umumnya melaporkan bahwa dana tersebut tetap berada dalam skema distribusi yang dijanjikan, meskipun belum seluruhnya terealisasi.

Perbedaan versi ini mencerminkan kompleksitas situasi geopolitik yang melatarbelakangi laporan tersebut. Informasi yang beredar hingga pertengahan April 2026 menunjukkan bahwa polemik ini belum mencapai kejelasan final dan masih memicu perdebatan di berbagai pihak.

x|close