BRIN dan Kemdiktisaintek Siapkan Peta Jalan Riset Indonesia 2045 dan Agenda hingga 2029

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 14:00
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam kegiatan Open Talk BRIN Goes to Global Recognition and Nobel Prize bertajuk “BRIN Menjemput Talenta Riset: Dari Sekolah hingga Panggung Dunia” di Jakarta, Senin (20/4/2026). ANTARA/HO-BRIN. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam kegiatan Open Talk BRIN Goes to Global Recognition and Nobel Prize bertajuk “BRIN Menjemput Talenta Riset: Dari Sekolah hingga Panggung Dunia” di Jakarta, Senin (20/4/2026). ANTARA/HO-BRIN. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tengah merampungkan penyusunan peta jalan riset nasional hingga 2045 serta agenda riset jangka menengah sampai 2029.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengungkapkan bahwa kedua dokumen strategis tersebut akan segera diluncurkan dalam waktu dekat dan menjadi pedoman bersama dalam pengembangan riset di Indonesia.

"Kita sudah sepakat tentang peta jalan riset Indonesia, yang insya Allah mungkin minggu depan akan kita luncurkan. Satu buku peta jalan riset Indonesia 2045, satu lagi agenda riset sampai 2029," kata Arif dalam keterangan di Jakarta, Selasa, 21 April 2026.

Baca Juga: BRIN Kembangkan Xanthan Gum untuk Dorong Efisiensi Migas dan Kurangi Impor

Menurut Arif, dokumen tersebut akan menjadi acuan penting bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengarahkan pengembangan riset nasional ke depan. Ia juga menekankan bahwa riset dasar dan riset terapan seharusnya tidak dipertentangkan, melainkan dijalankan secara bersamaan untuk saling melengkapi.

Ia menilai peran negara masih sangat diperlukan dalam mendorong kemajuan riset, mengingat kapasitas penelitian dan pengembangan (R&D) industri di Indonesia masih terbatas. Oleh karena itu, kehadiran negara menjadi kunci dalam memperkuat riset, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain itu, BRIN juga memposisikan diri sebagai lembaga yang melakukan proyeksi atau peramalan teknologi masa depan guna memastikan arah riset tetap relevan dengan perkembangan global.

"Kita harus membayangkan 2035 itu teknologi apa yang akan berkembang," ujarnya.

Baca Juga: BNN dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset Hadapi Ancaman Narkotika Jenis Baru

Arif mencontohkan pentingnya kemampuan prediksi dalam pengembangan teknologi baterai, termasuk menentukan material yang akan digunakan di masa depan, apakah masih berbasis nikel atau beralih ke bahan lain seperti grafena atau grafit.

Kemampuan memproyeksikan perkembangan teknologi tersebut dinilai krusial agar riset yang dilakukan saat ini dapat memberikan dampak nyata di masa depan.

"Kita akan bisa melakukan riset hari ini yang hasilnya kita rasakan pada 2035-2040, dan seterusnya," tutur Arif Satria.

(Sumber: Antara)

x|close