JK dan Tokoh Poso-Ambon Sepakat Jaga Perdamaian Usai Polemik Ceramah di UGM

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 15:25
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (tengah) berfoto bersama para pelaku sejarah deklarasi Malino I di Poso dan Malino II di Maluku dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Muhammad Rizki. Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (tengah) berfoto bersama para pelaku sejarah deklarasi Malino I di Poso dan Malino II di Maluku dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Muhammad Rizki. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), bersama sejumlah pelaku sejarah Perjanjian Malino I di Poso serta Malino II di Maluku, menyatakan komitmen bersama untuk menjaga situasi damai. Kesepakatan ini muncul di tengah munculnya polemik terkait isi ceramah JK di Universitas Gadjah Mada (UGM).

JK menegaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk kembali meneguhkan semangat perdamaian sekaligus merespons berbagai interpretasi yang dinilai keliru terhadap isi ceramahnya.

"Teman-teman media, ini kita sudah bertemu. Sudah sepakat untuk tentunya menjaga kedamaian, dan supaya efek-efek itu, fitnah-fitnah itu, tidak dipahami secara baik," kata JK dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 21 April 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa diskusi tersebut turut menyinggung kembali tragedi konflik sosial di Poso dan Maluku yang terjadi sekitar 25 tahun lalu. Menurutnya, persoalan yang sempat dikaitkan dengan ceramah di UGM itu kini telah dianggap selesai.

“Namun, demikian juga karena apa yang saya sampaikan itu adalah hal yang terjadi di Poso dan Ambon yang terjadi pada 25 tahun yang lalu," ungkapnya.

Lebih lanjut, JK menyampaikan bahwa materi ceramahnya di UGM merupakan permintaan dari pihak kampus, yang ingin membahas proses panjang perdamaian yang pernah ia jalankan sebagai bagian dari tugas negara.

Baca Juga: Jokowi Tanggapi Santai Omongan Jusuf Kalla: Saya Orang Kampung

"Ceramah saya di Gajah Mada itu atas permintaan mereka untuk bicara tentang proses perdamaian. Jalan panjang menuju perdamaian, topik pembicaraannya," ungkapnya.

Ia juga mengajak para pelaku sejarah konflik di Poso dan Maluku untuk memberikan penjelasan kepada publik agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap materi yang ia sampaikan.

"Saya mengundang bapak-bapak, teman-teman dari Ambon dan Poso untuk memberikan pengertian kepada kita semua, berbagi pengalaman karena apa yang saya sampaikan itu sebenarnya hanya pendahuluan," ujarnya.

Sementara itu, salah satu tokoh delegasi Muslim dalam Perundingan Malino I di Poso, Sugianto Kaimuddin, menegaskan bahwa persoalan yang sempat diperdebatkan sudah diselesaikan melalui dialog terbuka.

"Saya langsung saja bahwa sesungguhnya urusan kerusuhan Poso clear. Tidak ada yang perlu dibicarakan karena apa yang disampaikan oleh Pak JK itu adalah fakta lapangan," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat Poso dari berbagai latar belakang agama telah sepakat untuk tidak mempolitisasi isi ceramah tersebut.

Baca Juga: GAMKI hingga Pemuda Katolik Polisikan JK Buntut Ceramah di UGM

"Baru-baru ini kami membentuk suatu lembaga yang namanya solidaritas antarumat beragama Kabupaten Poso. Yang menuangkan beberapa poin kesepakatan, di antaranya adalah kami sangat tidak sependapat dan menolak jika ceramah atau kuliah umum Bapak M.H. Jusuf Kalla dipolitisasi," ucapnya.

Menurut Sugianto, para pelaku sejarah di Poso dan Maluku juga bergerak cepat melakukan komunikasi dan pertemuan untuk menjaga stabilitas serta kedamaian bersama.

"Kita mendengar informasi, kita cepat sekarang melakukan apapun pertemuan-pertemuan. Kita berhubungan satu dengan yang lain. Untuk demi kemaslahatan dan keselamatan kita bersama," tuturnya.

(Sumber: Antara)

x|close