Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengungkapkan sebanyak 35 anggotanya meninggal dunia selama hampir satu tahun terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi A DPRD DKI Jakarta dan menyoroti beratnya beban kerja yang dihadapi anggota di lapangan. Menurutnya, jumlah anggota yang meninggal hampir setara dengan tahun sebelumnya yang mencapai 42 orang.
"Saya menjadi kasatPol PP hampir setahun, Pak. Jadi sudah hampir anggota saya 35 orang meninggal dunia. Dan ternyata perbandingannya sama dengan tahun sebelumnya 42 orang," ungkapnya, Kamis, 23 April 2026.
Ia menuturkan bahwa kondisi ini bukan disebabkan faktor pimpinan, tetapi lebih karena tekanan pekerjaan yang tinggi serta keterbatasan sarana dan prasarana.
Baca Juga: Curhat Kasatpol PP DKI: Beban Kerja Berat, Anggota Ada yang Bertugas hingga 36 Jam
Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat apel gelar pasukan kesiapan pengamanan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), di Monas Sisi Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Desember 2025. ANTARA/HO-Satpol PP DKI Jakarta. (Antara)
"Jadi memang bukan karena kasatnya, Pak, tapi karena memang kondisionalnya yang beban kerja dan sana prasaranya yang luar biasa," terangnya.
Satriadi juga menjelaskan, sebagian anggota harus bertugas sangat lama, bahkan hingga 36 jam nonstop. Hal itu terjadi karena jumlah personel di tiap kelurahan sangat terbatas, yakni hanya sekitar 7 hingga 10 orang.
Sementara itu, kebutuhan pengamanan wilayah dan penertiban masyarakat berlangsung sepanjang waktu.
Selain jam kerja panjang, Satriadi juga menyoroti minimnya fasilitas istirahat di kantor kelurahan.
"Cuman nggak ada tempat istirahatnya, Pak, di kantor kelurahan. Padahal mereka jaga 24 jam di kantor kelurahan. Nggak ada tempat yang buat istirahat mereka. Itu juga menjadi kendala. Nah sekarang masih numpang di musala, kadang-kadang di lorong, " terangnya.
Satriadi menyebut hasil medical check-up menunjukkan banyak personel mengalami tekanan darah tinggi.
Makanya kemarin kami melakukan cek, medical check-up, ternyata tensi darah, tensi tingginya luar biasa. Nah itu mungkin mohon Bapak Ibu Komisi A bisa memperhatikan kami," ungkapnya.
Satriadi Gunawan (Pemrov DKI/ ntvnews.id)