Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah melaporkan bahwa hampir 6.000 jamaah calon haji Indonesia gelombang pertama telah tiba di Madinah, Arab Saudi, sejak dimulainya operasional haji 1447 Hijriah pada 22 April 2026.
Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B. Ambary, mengimbau para jamaah untuk membatasi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah.
“Jamaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang,” ujar Yusron dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Baca Juga: Menteri Haji Lepas Kloter Pertama Jamaah Haji Indonesia 2026
Ia menambahkan, sebagian besar jamaah haji Indonesia merupakan kelompok lanjut usia (lansia), sehingga penting untuk tidak memaksakan diri, terutama saat kondisi tubuh kurang fit. Menurutnya, kondisi kesehatan yang optimal menjadi kunci agar jamaah dapat mengikuti puncak ibadah haji pada Mei mendatang dengan lancar.
Sementara itu, Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, juga mengingatkan jamaah agar mewaspadai cuaca panas di Madinah dengan menggunakan perlindungan diri yang memadai.
“Jamaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20–30 menit,” katanya.
Ia juga menyarankan penggunaan tabir surya (sunscreen) dan pelembap bibir untuk melindungi tubuh dari paparan panas.
Baca Juga: Kemenhaj Pastikan Konsumsi Jamaah Haji di Madinah Aman, Sesuai Selera Nusantara
Pada hari pertama kedatangan, sebanyak 5.997 jamaah yang tergabung dalam 15 kelompok terbang (kloter) mendarat melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz. Kedatangan berlangsung bertahap hingga Rabu, 22 April 2026 pukul 22.55 waktu setempat.
Para jamaah tersebut berasal dari berbagai embarkasi di Indonesia, seperti Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, dan Makassar.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi: Seorang calon haji Indonesia disambut petugas setibanya di Arab Saudi. ANTARA/HO-Kemenhaj (Antara)