MER-C Kecam Israel Duduki RS Indonesia di Gaza dan Pasang Propaganda

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Apr 2026, 23:13
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza utara, yang sudah tidak berfungsi karena serangan Israel. (ANTARA/Anadolu/py) Arsip foto - Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza utara, yang sudah tidak berfungsi karena serangan Israel. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta – Organisasi kemanusiaan MER-C Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel Defense Forces yang menduduki reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara serta memasang spanduk propaganda militer di bagian atap bangunan tersebut.

"Penguasaan wilayah Gaza utara oleh penjajah Israel adalah kejahatan kemanusiaan dan penyalahgunaan fungsi bangunan RS Indonesia juga merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional," demikian pernyataan tertulis MER-C di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Menurut MER-C, tindakan tersebut tidak hanya melanggar ketentuan dalam Konvensi Jenewa 1949, tetapi juga melukai nilai kemanusiaan serta hati nurani masyarakat Indonesia dan Palestina.

Baca Juga: Cerita Relawan MER-C Bisa Sampai RS Indonesia di Gaza Utara

Organisasi tersebut menegaskan bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara merupakan simbol nyata solidaritas rakyat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Pembangunan fasilitas kesehatan itu dimulai pada Mei 2011 dan mulai beroperasi pada Desember 2015, dengan dana yang berasal dari donasi masyarakat Indonesia. Rumah sakit tersebut kemudian diresmikan oleh Wakil Presiden ke-12 RI Jusuf Kalla pada Januari 2016.

Atas kejadian ini, MER-C mendesak pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk segera menyampaikan nota protes resmi atas tindakan yang dinilai provokatif tersebut.

Selain itu, MER-C juga meminta agar Israel menarik seluruh pasukannya dari wilayah Gaza yang disebut diduduki secara ilegal.

Berdasarkan laporan media, militer Israel diketahui memasang spanduk berbahasa Ibrani bertuliskan “Rising Lion” di sisi timur laut atap gedung rumah sakit tersebut, yang disebut berkaitan dengan peringatan Hari Paskah Yahudi.

MER-C mencatat bahwa sejak Oktober 2023 hingga tercapainya gencatan senjata pada Oktober 2025, lebih dari 300 serangan telah terjadi di Rumah Sakit Indonesia dan area sekitarnya.

Saat ini, berdasarkan informasi dari sumber lokal MER-C di Gaza, bangunan rumah sakit tersebut dalam kondisi kosong tanpa aktivitas.

Baca Juga: Wujud Kepedulian Menjelang Waisak, Jandi Mukianto Berdonasi untuk Warga Gaza melalui MER-C

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam pernyataan resminya menilai penggunaan simbol dan propaganda militer di atas reruntuhan fasilitas kesehatan sebagai tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat dibenarkan.

"Tindakan tersebut merupakan penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk membantu rakyat Palestina," demikian pernyataan Kemlu RI di platform X, Rabu, 22 April 2026.

(Sumber: Antara)


x|close