Ntvnews.id
"Apa yang terjadi kemarin, 25 April, merupakan serangan yang paling brutal dan keji terhadap masyarakat sipil di wilayah Cauca selama beberapa dekade terakhir," kata Gubernur Cuzman melalui platform X.
Baca Juga: Kapolda: Total Korban Ledakan Bom di SMAN 72 Kelapa Gading Jadi 96 Orang
Ia menjelaskan bahwa korban meninggal terdiri dari 15 perempuan dan 5 laki-laki. Sementara itu, sebanyak 36 orang mengalami luka-luka, dengan tiga di antaranya masih menjalani perawatan intensif. Lima anak yang menjadi korban dilaporkan mulai menunjukkan kondisi yang membaik.
Baca Juga: Ledakan Bom Guncang Bandara Militer di Ibu Kota Suriah
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Cajibio, Cauca, tepatnya di Jalan Raya Pan-Amerika. Ledakan berasal dari bahan peledak yang dipasang di gorong-gorong dan meledak saat sebuah bus pedesaan yang dikenal sebagai “chiva” melintas. Kuatnya ledakan juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah kendaraan di sekitar lokasi.
Selain itu, terdapat laporan lain yang menyebutkan bahwa bahan peledak kemungkinan dilempar ke arah bus sebelum meledak, sehingga memperbesar dampak kerusakan yang ditimbulkan.
(Sumber: Antara)
Sebagai bentuk duka, Gubernur Guzman menetapkan masa berkabung selama tiga hari. Ia juga menyampaikan bahwa akan digelar upacara penghormatan bagi para korban dalam beberapa hari mendatang. Ledakan tersebut disebut menimbulkan kawah dengan volume sekitar 200 meter kubik yang saat ini tengah dalam proses perbaikan.
"Konsorsium terus bekerja untuk memulihkan jalan terdampak," kata dia.
Lebih lanjut, Guzman menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memberikan berbagai bentuk bantuan, mulai dari jaminan keamanan, pendampingan, bantuan kemanusiaan, hingga dukungan psikososial bagi para korban.
Sementara itu, Presiden Gustavo Petro menyebut bahwa serangan tersebut diduga dilakukan oleh Ivan Mordisco, yang merupakan pemimpin faksi EMC dari kelompok pemberontak FARC.
Ilustrasi - Bentrokan antara kelompok gerilya Tentara Pembebasan Nasional (ELN) dan faksi pembangkang bekas kelompok FARC di wilayah Catatumbo, Kolombia, telah menewaskan lebih dari 80 orang, melukai 20 lainnya, dan menyebabkan ribuan orang mengungsi, menurut Gubernur Norte de Santander, William Villamizar. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)