Mau Dilantik Prabowo, Jumhur: Nantilah, Gak Enak Mendahului

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Apr 2026, 14:43
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Jumhur Hidayat Jumhur Hidayat (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Kabar mengenai perombakan Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 27 April 2026 semakin menguat. Hal ini terlihat dari kehadiran sejumlah tokoh yang disebut-sebut akan mengisi posisi baru di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Beberapa figur yang tampak hadir antara lain Jumhur Hidayat, Muhammad Qodari, Abdul Kadir Karding, Dudung Abdurachman, Hanif Faisol Nurofiq, serta Hasan Nasbi. Mereka tiba secara bergantian sekitar pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang beredar, nama-nama tersebut diproyeksikan menempati jabatan baru. Jumhur disebut akan dipercaya memimpin Badan Karantina Nasional sekaligus menjadi Menteri Lingkungan Hidup. Qodari dikabarkan akan mengisi posisi Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, sementara Dudung diprediksi akan menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Presiden. Adapun Hanif Faisol disebut akan bergeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, dan Hasan Nasbi diproyeksikan menjadi Utusan Khusus Presiden bidang Komunikasi.

Baca Juga: Tarif TransJakarta Dikaji Naik, Pemprov DKI Belum Ambil Keputusan Final

Jumhur mengungkapkan dirinya menerima undangan untuk menghadiri pelantikan yang diawali dengan gladi bersih sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, ia belum memastikan jabatan yang akan diembannya.

"Ya nanti saja lah kalau itu ya, enggak boleh mendahului. Enggak enak. Kan bisa berubah juga. (Undangannya) Ya, hadir ada pelantikan. Pelantikan apanya belum tahu. Belum tahu persisnya," kata Jumhur saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan.

Mohammad Jumhur Hidayat <b>(Dok. NTVNews.id)</b> Mohammad Jumhur Hidayat (Dok. NTVNews.id)

Meski belum ada kepastian, ia menyatakan siap apabila dipercaya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Menurutnya, tanggung jawab di posisi tersebut cukup besar.

"Menteri LHK banyak tugas dan harus kita tuntas kerja keras," katanya.

Ia juga mengaku telah menyiapkan sejumlah program kerja, termasuk penanganan isu sampah yang menjadi perhatian utama pemerintah saat ini.

"Oh banyak (program), sudah (dipersiapkan). Yang paling di depan mata ya soal sampah apa semua ya. Terus kita harus keep up juga dengan isu-isu atau kesepakatan internasional secara bertahap kita harus penuhi," katanya.

Muhammad Qodari <b>(NTVnews)</b> Muhammad Qodari (NTVnews)

Di sisi lain, Qodari menyampaikan bahwa dirinya dihubungi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk membantu Presiden dalam hal komunikasi program pemerintah.

"Tadi ditelepon Pak Seskab, Bapak Presiden minta saya membantu proses komunikasi berkomunikasi maksimal utk program kerja pemerintah yang latar belakangnya adalah tujuan kita bernegara. pertama tentu melindungi segenap bangsa Indonesia, kedua memajukan kesejahterahan umum, dan ketiga mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut menjaga ketertiban dunia jadi dijelaskan programnya, latar belakangnya, dan dikomunikasikan secara maksimal," katanya.

Namun demikian, Qodari belum memastikan kabar bahwa dirinya akan menjabat sebagai Kepala Bakom sekaligus juru bicara Presiden. Ia meminta publik menunggu pengumuman resmi dari Presiden.

"Persisnya tunggu pengumuman bapak presiden, tetapi sampai saat ini rasanya yang berkomunikasi itu kan ada ada di badan komunikasi pemerintah," katanya.

x|close