Kisah Nurlaela, Guru PNS Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Apr 2026, 12:20
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Korban meninggal dunia kecelakaan kereta api KRL Commuter Line Nurlaela diantar ke peristirahatan terakhir di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa.ANTARA/Pradita Kurniawan Syah. Korban meninggal dunia kecelakaan kereta api KRL Commuter Line Nurlaela diantar ke peristirahatan terakhir di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa.ANTARA/Pradita Kurniawan Syah. (Antara)

Ntvnews.id, Kabupaten Bekasi - Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Nurlaela (37), salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam.

Di kediamannya di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, kerabat dan warga sekitar terus berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

Paman korban, Mulyadi, mengungkapkan kondisi jenazah saat tiba di rumah duka pada Selasa.

Ia menyebut kondisi tubuh almarhumah masih utuh meskipun mengalami cedera.

“Alhamdulillah, kondisi tubuhnya utuh, tidak ada luka yang mengkhawatirkan. Cuma kakinya patah dan mungkin ada luka dalam," kata Mulyadi.

Baca Juga: Dirut KAI: 6-7 Orang Masih Terjebak di Dalam Gerbong KRL

Ia juga menjelaskan bahwa jenazah tiba sekitar pukul 03.00 WIB setelah keluarga melakukan pencarian sejak malam sebelumnya.

“Jam satu kami baru ketemu, terus koordinasi dan jemput. Sampai rumah jam tiga pagi," katanya.

Keluarga sempat diliputi kecemasan karena korban tidak kunjung pulang dan tidak bisa dihubungi.

Bahkan, telepon genggam korban sempat diangkat oleh pihak lain yang memberikan informasi terbatas.

“Kami sudah khawatir karena belum pulang, ditelepon tidak angkat. Pas diangkat orang lain dari pihak berwenang bilang handphone ditemukan, tapi korban belum diketahui ada di mana," ucapnya.

Semasa hidup, Nurlaela bekerja sebagai guru pegawai negeri sipil di SD Pejagan 11 Pulogebang, Jakarta Timur.

Ia diketahui setiap hari menggunakan KRL sebagai sarana transportasi untuk berangkat dan pulang kerja.

“Dia setiap hari memang naik KRL, pagi dan sore. Memang kerjanya mengajar di sana," ujar Mulyadi.a

Baca Juga: KAI: Sejumlah Perjalanan KA Dibatalkan Akibat Insiden Bekasi Timur

Almarhumah dikenal sebagai sosok pekerja keras dan pendiam.

Tiga bulan sebelum kejadian, ia baru saja menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

“Dia pekerja yang ulet, enggak banyak bicara, benar-benar kerja orangnya. Dia baru lulus S2 tiga bulan lalu di UNJ," tuturnya.

Nurlaela meninggalkan seorang anak yang saat ini duduk di bangku kelas enam sekolah dasar.

Jenazah almarhumah telah dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada tidak jauh dari rumah duka.

(Sumber: Antara)

x|close