Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah sedang mengupayakan agar dalam tiga tahun ke depan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM). Hal tersebut disampaikannya saat meninjau program revitalisasi sekolah di SMA Negeri 1 Cilacap.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut Indonesia diproyeksikan akan bangkit dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun. Ia menyoroti situasi global yang tengah dilanda berbagai konflik, seperti di Ukraina, Gaza, dan Iran, sementara kondisi Indonesia dinilainya tetap stabil.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa sejumlah negara mulai mengalami kepanikan, terutama terkait pasokan BBM. Sebaliknya, Indonesia dinilai masih dalam kondisi terkendali dengan cadangan energi yang cukup baik. Ia optimistis kekuatan nasional akan semakin meningkat pada tahun depan dan seterusnya.
Baca Juga: Pemkot Banda Aceh Tutup Daycare Baby Preneur Usai Dugaan Penganiayaan Balita
"Menteri-menteri saya sedang bekerja keras, kita berjuang dalam tiga tahun yang akan datang Indonesia akan swasembada BBM, swasembada energi, kita berjuang tiga tahun yang akan datang kita tidak akan impor BBM lagi. Semuanya hasil dari bumi Indonesia dan dari laut Indonesia dan dikerjakan oleh putra putri Indonesia," kata Prabowo.
Selain membahas energi, Prabowo juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence. Ia mengingatkan para siswa untuk bijak dalam memanfaatkan teknologi, mengingat ada dampak positif maupun negatif.
Di hadapan siswa dan guru, Prabowo turut mengajak untuk menumbuhkan kepercayaan terhadap negara, bangsa, pemimpin, serta ideologi Pancasila dan jati diri bangsa.
"Bangga dengan kepribadian bangsa Indonesia. Percaya kepada presiden mu. Saya minta percaya kepada pemimpin mu percaya kepada presiden mu," ujarnya.
Prabowo Subianto di Usai Tinjau SMAN 1 Cilacap (Istimewa)
Kunjungan tersebut berlangsung pada Rabu pagi dan disambut antusias oleh para siswa. Presiden hadir bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Program revitalisasi sekolah yang ditinjau merupakan bagian dari kebijakan percepatan pembangunan pendidikan, yang bertujuan memperbaiki infrastruktur sekolah secara luas agar lebih layak, aman, dan nyaman.
Hingga April 2026, pemerintah menargetkan perbaikan fisik terhadap 300 ribu sekolah dalam lima tahun hingga 2029. Sepanjang 2025, sebanyak 16.062 sekolah telah direvitalisasi, melampaui target awal 10 ribu sekolah.
Baca Juga: Sidak SMAN 1 Cilacap, Prabowo: Anak-anak Bicara ke Saya Suka dengan MBG
Untuk tahun 2026, jumlah sekolah yang akan direnovasi ditingkatkan signifikan dari 11.700 menjadi 71.700 unit. Program ini dijalankan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 dengan fokus pada wilayah 3T serta sekolah dengan kondisi infrastruktur yang memprihatinkan.
Perbaikan mencakup renovasi ruang kelas rusak, atap bocor, pembangunan fasilitas sanitasi, penyediaan air bersih, hingga pembangunan laboratorium dan perpustakaan. Selain itu, program ini juga mendorong digitalisasi melalui pengadaan perangkat pembelajaran modern.
Dari sisi ekonomi, program tersebut turut menyerap sekitar 238 ribu tenaga kerja hingga Maret 2026 dan melibatkan sekitar 58 ribu UMKM lokal sebagai penyedia material bangunan.
Usai meninjau sekolah, Presiden dijadwalkan melanjutkan agenda dengan peletakan batu pertama untuk 13 proyek hilirisasi.
Prabowo Subianto di Usai Tinjau SMAN 1 Cilacap (Istimewa)