Mendiktisaintek Tegaskan Prodi Tak Ditutup, Akan Disesuaikan dengan Perkembangan Teknologi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Apr 2026, 16:51
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto ditemui di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Rabu (29/4/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto ditemui di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Rabu (29/4/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa pemerintah tidak berencana menutup program studi (prodi) di perguruan tinggi. Sebaliknya, prodi akan terus dikembangkan agar tetap relevan dengan kebutuhan industri dan kemajuan teknologi.

Pernyataan ini disampaikan untuk merespons isu yang sempat beredar mengenai rencana penutupan prodi yang dianggap tidak relevan. Menurut Brian, pendekatan yang diambil bukanlah penghapusan, melainkan pembaruan kurikulum secara berkelanjutan agar selaras dengan perkembangan zaman.

Ia mencontohkan pada bidang teknik elektro yang kini dituntut untuk terintegrasi dengan teknologi berbasis internet seperti Internet of Things.

Baca Juga: Tinjau Hasil Revitalisasi SMAN 1 Cilacap, Prabowo: Saya akan Investasi Besar Dibidang Pendidikan

"Dulu belum ada IoT, sekarang ada IoT. Jadi alih-alih menutup prodi, yang kita dorong adalah bersama-sama dengan perguruan tinggi itu membuat supaya prodi ini meng-update secara berkala relevansi antara apa yang diajarkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Brian menambahkan bahwa pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga melahirkan berbagai industri baru yang perlu direspons oleh dunia pendidikan tinggi. Salah satunya adalah bidang kecerdasan buatan (AI), yang kini menjadi salah satu sektor strategis dan terus berkembang.

"Sehingga, (perkembangan) industri maupun perkembangan teknologi itu kemudian menjadi referensi bagi setiap program studi yang ada di Indonesia, untuk melakukan terus-menerus perbaikan. Ini yang disebut sebagai continuous improvement," kata Mendiktisaintek.

Baca Juga: Perbaiki Kualitas Pendidikan, Prabowo Targetkan Tambah Papan Interaktif Digital ke Sekolah-sekolah

Ia juga mengungkapkan bahwa di negara maju, pembaruan kurikulum merupakan hal yang umum dilakukan secara berkala, bahkan setiap dua hingga empat tahun sekali. Hal ini penting agar lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.

"Misalnya ada AI, bagaimana nih AI ini? Ada IoT kemudian ke depan ada kuantum komputasi. Kita harus ubah dong supaya nanti lulusannya ketika lulus, dia bekerja, sesuai dengan perkembangan teknologi yang empat tahun lagi dipakai. Alih-alih kita menutup, kita justru mengembangkan," tutur Brian Yuliarto.

(Sumber: Antara)

x|close