A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Israel Cegat 40 Kapal Konvoi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza - Ntvnews.id

Israel Cegat 40 Kapal Konvoi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 18:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Para aktivis menyiapkan bendera Palestina berukuran besar di atas sebuah perahu saat peserta Global Sumud Flotilla bersiap berlayar menuju Gaza di Syros, Yunani, pada Selasa (28/4/2026). (ANTARA/Anadolu/Tamara Davison/pri) Para aktivis menyiapkan bendera Palestina berukuran besar di atas sebuah perahu saat peserta Global Sumud Flotilla bersiap berlayar menuju Gaza di Syros, Yunani, pada Selasa (28/4/2026). (ANTARA/Anadolu/Tamara Davison/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Pasukan Israel dilaporkan telah mencegat sedikitnya 40 dari total 54 kapal yang tergabung dalam konvoi pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) hingga Selasa, 19 Mei 2026.

Dalam operasi tersebut, sekitar 300 aktivis kemanusiaan disebut telah ditahan oleh pasukan Israel saat menjalankan misi bantuan menuju Jalur Gaza, Palestina.

Berdasarkan laporan situs berita Walla yang mengutip sumber keamanan Israel, angkatan laut Israel masih terus melakukan pengejaran terhadap kapal-kapal lain yang belum berhasil dicegat.

Meski demikian, sejumlah kapal dilaporkan masih mampu lolos dari pengawasan pasukan Israel dan melanjutkan pelayaran di laut lepas.

Pasukan zionis Israel melancarkan serangan terhadap flotilla bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza di perairan internasional pada Senin, 18 Mei 2026 sehingga memicu kecaman luas dari dunia.

Baca Juga: Kemlu RI Siapkan Langkah Kontingensi untuk WNI Peserta GSF yang Diculik Israel

Konvoi pelayaran tersebut memulai perjalanan pada Kamis, 14 Mei 2026 dari kawasan Marmaris, Turki, untuk menerobos blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.

Serangan terhadap konvoi bantuan kemanusiaan itu bukan pertama kali dilakukan Israel.

Pada April 2026 lalu, pasukan Israel juga menyerang kapal-kapal flotilla di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani.

Dalam operasi tersebut, Israel merampas 21 kapal yang membawa sekitar 175 aktivis dari 39 negara, sementara kapal lainnya berhasil melanjutkan perjalanan menuju wilayah Yunani.

Israel kemudian melepaskan seluruh aktivis di perairan internasional, namun tetap menahan dua aktivis asal Spanyol dan Brasil di pusat penahanan sebelum proses deportasi dilakukan.

Baca Juga: Susul GSF, 11 Kapal Internasional Berlayar dari Italia, Tembus Blokade Israel di Gaza

Hingga kini, situasi kemanusiaan di Gaza disebut semakin memprihatinkan.

Sekitar 2,4 juta warga Palestina, termasuk sekitar 1,5 juta pengungsi, hidup di tengah krisis akibat agresi yang terus berlangsung selama dua tahun terakhir.

Agresi tersebut dilaporkan menyebabkan lebih dari 72.700 orang meninggal dunia dan lebih dari 172.700 lainnya mengalami luka-luka, yang sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.

Kondisi itu juga memicu bencana kelaparan yang semakin parah di Jalur Gaza.

(Sumber: Antara)

x|close