Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar menyebut sekolah rakyat menjadi menjadi bukti konkret bahwa kebijakan anggaran negara dapat tepat sasaran dan berdampak langsung untuk masyarakat miskin.
“Sekolah rakyat adalah salah satu politik anggaran yang memang mengalami berbagai skenario baru dan perubahan luar biasa,” kata Menko Muhaimin dalam kegiatan ‘Menuju Satu Tahun Perjalanan Program Sekolah Rakyat: Capaian Strategis dan Sinergi Keberlanjutan’ di kantornya, 29 April 2026.
Menko PM menekankan, arah baru kebijakan anggaran pemerintah melalui efisiensi belanja negara telah difokuskan untuk memastikan setiap rupiah memberikan dampak nyata.
“Apa yang terjadi di balik efisiensi anggaran sejak awal menjadikan proses ini adalah agar seluruh apbn berdampak langsung dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan,” ungkap Menko Muhaimin.
Menurutnya, program yang merupakan inisiatif langsung Presiden ini dirancang sebagai strategi paling mendasar dalam penanggulangan kemiskinan, dengan menjadikan pendidikan sebagai pintu masuk utama pemberdayaan.
“Anggaran yang dikeluarkan menjadi kebijakan strategis yang tidak saja menangani langsung anak2 kita dari keluarga desil satu tapi juga menginspirasi dan menjadi mata rantai kebijakan lainnya,” kata Menko Muhaimin.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berdampak pada anak sebagai peserta didik, tetapi juga menjadi pemicu perubahan dalam keluarga.
Ia menilai, capaian satu tahun ini menjadi contoh bagaimana kebijakan yang tepat, dukungan anggaran yang terarah, serta sinergi lintas pihak mampu menghasilkan perubahan nyata dalam waktu relatif singkat.
“Sekolah rakyat telah berjalan hampir satu tahun dan mencetak prestasi-prestasi yang luar biasa sehingga sekolah rakyat ini bisa menjadi harapan dari bagian utama penanggulangan kemiskinan di tanah air kita,” jelas Menko PM.
Menutup pernyataannya, Menko PM menyampaikan optimisme bahwa Sekolah Rakyat akan menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia.
Hingga saat ini, terdapat 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dengan menjangkau lebih dari 15.820 siswa dari keluarga miskin. Kini, gedung permanen untuk Sekolah Rakyat mulai dibangun dengan kapasitas hingga 1.000 siswa yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Apabila seluruh pembangunan tersebut rampung sesuai target pada bulan Juli maka pemerintah telah mengalokasikan tambahan sekitar 32.000 siswa untuk diterima di Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Indonesia. Dengan penambahan tersebut, total peserta didik Sekolah Rakyat pada tahun ini diperkirakan akan mencapai lebih dari 49.000 siswa.
Menko PM, Muhaimin Iskandar (NTVNews )