Ntvnews.id
Selain memperluas akses layanan kesehatan, program ini juga dinilai memiliki dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa dari sisi ekonomi, setiap RSUD Tipe C yang beroperasi membutuhkan rata-rata 300 hingga 500 tenaga kerja, baik tenaga kesehatan maupun nonkesehatan.
“Ketika 66 RSUD Tipe C ini selesai dan beroperasi pada 2027, program ini berpotensi menyerap hampir 20.000 hingga 33.000 lapangan kerja langsung bagi masyarakat,” ujarnya dalam konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah RI di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.
Baca Juga: Prabowo Bakal Hadiri Hardiknas di Bogor, dan Luncurkan PHTC
Qodari menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik fasilitas kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.
Menurutnya, program PHTC Peningkatan Kualitas RSUD merupakan bukti konkret kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. “Program PHTC Peningkatan Kualitas RSUD adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan bergerak—bukan sekadar berjanji,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap pembangunan rumah sakit membawa dampak sosial yang luas, tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga memberikan akses layanan kesehatan yang lebih layak dan merata.
“Di balik setiap rumah sakit yang selesai dibangun, ada masyarakat yang akhirnya mendapatkan hak dasar mereka atas layanan kesehatan yang layak dan bermartabat,” pungkas Qodari.
Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas 66 RSUD Tipe C tersebut dapat selesai dan mulai beroperasi pada 2027.
Dengan demikian, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, baik dalam bentuk peningkatan kualitas layanan kesehatan maupun terbukanya lapangan kerja baru.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (tengah) dalam konferensi pers (Antara)