Pemerintah Kucurkan Rp57 Miliar untuk 122 Riset Kampus, Dorong Inovasi Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Apr 2026, 18:30
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani dalam kegiatan Kick Off Program Bestari Saintek dan Peluncuran Program Semesta Skema Pendanaan APBN Tahun 2026 di Jakarta, Rabu 29 April 2026. ANTARA/Sean Filo Muhamad/aa. Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani dalam kegiatan Kick Off Program Bestari Saintek dan Peluncuran Program Semesta Skema Pendanaan APBN Tahun 2026 di Jakarta, Rabu 29 April 2026. ANTARA/Sean Filo Muhamad/aa. (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan mengalokasikan dana sebesar Rp57 miliar untuk mendukung 122 program riset perguruan tinggi guna memperkuat ekosistem inovasi nasional.

Pendanaan tersebut disalurkan melalui Program Bestari Saintek yang diluncurkan bersamaan dengan payung Program Semesta Skema Pendanaan APBN Tahun 2026 di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani menyampaikan bahwa program ini mendapat respons tinggi dari kalangan akademisi dan berhasil menjaring inovasi berbasis akar rumput melalui proses seleksi yang ketat.

Berdasarkan data, sebanyak 122 tim peneliti terpilih dengan melibatkan 854 dosen dan tenaga kependidikan, serta didukung oleh 341 mitra dari berbagai sektor.

Baca Juga: Rektor Paramadina Soroti PTN Terima Mahasiswa Besar-besaran, Bisa Rusak Ekosistem

Secara institusional, perguruan tinggi negeri (PTN) mendominasi dengan kontribusi sebesar 57,8 persen, sementara perguruan tinggi swasta (PTS) menyumbang 42,2 persen.

"Angka ini menegaskan peran krusial PTN dan juga PTS sebagai penggerak riset nasional sekaligus memperlihatkan geliat serta kontribusi banyak PTS yang semakin aktif di dalam kegiatan riset nasional kita," kata Najib.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa riset-riset tersebut tersebar dalam delapan sektor strategis. Sektor pangan dan pertanian menjadi yang paling dominan dengan 45 tim, diikuti sosial humaniora, seni budaya, dan pendidikan sebanyak 30 tim, serta kemaritiman 12 tim.

Bidang lainnya meliputi teknologi informasi dan komunikasi (9 tim), kesehatan dan obat (8 tim), kebencanaan (8 tim), energi dan energi baru terbarukan (6 tim), serta material maju (4 tim).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Fasilitasi Riset LPDP Ayom Widipaminto menekankan pentingnya tanggung jawab dalam pengelolaan dana riset agar hasilnya benar-benar berdampak dan dapat diadopsi oleh industri.

Baca Juga: Pembatasan Kuota Mahasiswa PTN Dinilai Perlu untuk Perkuat PTS

"Menyalurkan pendanaan tentu hal yang mudah. Namun mempertanggungjawabkan itu lebih sulit. Dan lebih sulit lagi adalah bagaimana kita mengawal pendanaan itu bisa berdampak," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengingatkan para akademisi agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata dalam menjalankan penelitian.

"Yang salah adalah ketika kita berhenti sampai pada jurnal ilmiah. Itu salah, oh sudah cukup selesai riset? Tidak, riset harus terus menerus," kata Brian.

(Sumber: Antara)

x|close