Kepala BGN: Perputaran Dana MBG di Jabar Tembus Rp6 Triliun per Bulan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Apr 2026, 22:15
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. ANTARA/HO-BGN/am. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. ANTARA/HO-BGN/am. (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa perputaran dana dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jawa Barat telah mencapai sekitar Rp6 triliun setiap bulannya.

Menurut Dadan, konsep Program MBG memang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah melalui mekanisme distribusi anggaran yang langsung disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Di Jabar sudah ada 6.200 SPPG. Artinya, sekitar Rp6 triliun per bulan uang beredar di daerah hanya dari program ini," ujar dia dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa dengan total anggaran mencapai Rp268 triliun, Program MBG menjadi salah satu kebijakan fiskal terbesar yang langsung berdampak pada masyarakat hingga ke tingkat lokal.

Baca Juga: BGN Jelaskan Mekanisme Insentif SPPG yang Disuspend, Tidak Semua Otomatis Dicabut

"Dana itu kita alirkan langsung ke daerah melalui virtual account di setiap SPPG. Sekitar Rp248–249 triliun mengalir ke bawah dan dibelanjakan di daerah," katanya.

Dadan menambahkan, skema tersebut menjadikan SPPG sebagai pusat kegiatan ekonomi baru di berbagai daerah.

Setiap unit SPPG mengelola dana sekitar Rp1 miliar per bulan, dengan sebagian besar digunakan untuk pembelian bahan pangan dari masyarakat setempat.

Sekitar 70 persen anggaran SPPG dialokasikan untuk pengadaan bahan baku, dan 95 persen di antaranya berasal dari sektor pertanian, peternakan, serta perikanan lokal.

"Artinya, Program MBG ini identik dengan kemandirian pangan lokal, karena hampir seluruh kebutuhan dipasok dari dalam daerah," katanya.

Lebih lanjut, aliran dana dalam jumlah besar tersebut mulai memberikan dampak berantai terhadap perekonomian daerah.

Permintaan komoditas pertanian meningkat, harga produk menjadi lebih stabil, serta aktivitas produksi di tingkat petani dan pelaku usaha kecil turut mengalami peningkatan.

Baca Juga: Wapres Minta BGN Perketat Keamanan Pangan, Dorong Percepatan Program MBG di Wilayah 3T

Selain berdampak pada sektor ekonomi, Program MBG juga berkontribusi terhadap indikator sosial.

BGN mencatat adanya kecenderungan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di sejumlah wilayah, serta berkurangnya ketimpangan ekonomi.

"Kami mendapat laporan dari beberapa daerah, gini ratio (indeks ketimpangan) mulai menyempit, angka kemiskinan turun, dan pengangguran juga menurun karena uang beredar di masyarakat," tuturnya.

(Sumber: Antara)

x|close