Kim Jong Un Sanjung Tentara Korut yang Bunuh Diri di Perang Ukraina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Apr 2026, 06:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri Rapat Pleno ke-10 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, 2 Juli 2024. /ANTARA/KCN Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri Rapat Pleno ke-10 Komite Sentral ke-8 Partai Pekerja Korea di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat resmi Korea Utara, 2 Juli 2024. /ANTARA/KCN (Antara)

Ntvnews.id, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memuji pasukan negaranya yang disebut memilih bunuh diri dalam perang di Ukraina. Tentara Korea Utara itu dikirim untuk membantu militer Rusia di wilayah Kursk.

Dilansir dari Al Arabiya, Kamis, 30 April 2026, Pyongyang diketahui telah mengerahkan sekitar 14.000 tentara guna bertempur bersama pasukan Rusia menghadapi Ukraina di Kursk. Pejabat Korea Selatan, Ukraina, dan negara-negara Barat menyebut ribuan tentara Korut telah menjadi korban dalam konflik tersebut, dengan lebih dari 6.000 orang dilaporkan tewas.

Laporan mengenai keterlibatan pasukan Korea Utara semakin menguat melalui data intelijen serta kesaksian para pembelot. Sejumlah tentara Korut juga disebut memilih meledakkan diri atau melakukan bunuh diri daripada ditangkap pasukan Ukraina.

Dalam pidatonya kepada pejabat Rusia dan keluarga korban saat peresmian monumen penghormatan bagi tentara Korea Utara, Kim memuji para prajurit yang gugur sebagai pahlawan. Pernyataan itu dilaporkan media pemerintah KCNA.

Baca Juga: Kim Jong-un Tegaskan Korea Utara Perkuat Nuklir dan Cap Korea Selatan sebagai Musuh Utama

"Bukan hanya para pahlawan yang tanpa ragu memilih jalan penghancuran diri dan bunuh diri untuk membela kehormatan besar, tetapi juga mereka yang gugur saat menyerbu di garis depan pertempuran," kata Kim.

Kim juga menyebut tentara yang selamat sebagai patriot yang setia kepada partai dan negara.

"Mereka yang merintih frustrasi karena gagal memenuhi tugas mereka sebagai tentara daripada menderita kesengsaraan tubuh mereka yang hancur oleh peluru dan bom -- mereka pun dapat disebut sebagai pejuang dan patriot setia partai," katanya.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah menandatangani perjanjian pertahanan dengan Rusia yang memungkinkan Korea Utara mengirim pasukannya untuk membantu Rusia dalam konflik dengan Ukraina.  Menurut laporan dari kantor berita resmi Korea Utara, KCN <b>(Antara)</b> Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah menandatangani perjanjian pertahanan dengan Rusia yang memungkinkan Korea Utara mengirim pasukannya untuk membantu Rusia dalam konflik dengan Ukraina. Menurut laporan dari kantor berita resmi Korea Utara, KCN (Antara)

Intelijen Korea Selatan menilai Rusia memberikan kompensasi berupa bantuan ekonomi dan teknologi militer sebagai balasan atas dukungan pasukan dan amunisi dari Korea Utara. Kim pun menegaskan dukungan negaranya kepada Rusia tidak akan berubah.

Pada Februari lalu, Kim juga meresmikan kawasan hunian bagi keluarga tentara Korea Utara yang gugur di Rusia. Dilansir NBC News, media pemerintah Korut memperlihatkan Kim bersama putrinya, Kim Ju Ae, meninjau jalan baru bernama Jalan Saeppyol serta mengunjungi rumah keluarga para tentara.

Dalam kesempatan itu, Kim berjanji akan menghormati pengorbanan para prajurit yang meninggal demi negara.

Baca Juga: Kim Jong Un Siap Pulihkan Hubungan dengan AS Jika Status Negara Nuklir Dihormati

Ia menyebut kawasan tersebut menjadi simbol "semangat dan pengorbanan" para tentara yang gugur di medan perang.

Kim juga mengatakan rumah-rumah itu dibangun agar keluarga yang ditinggalkan dapat "berbangga dengan putra dan suami mereka dan hidup bahagia".

Menurut Kim, proyek pembangunan itu sengaja dipercepat "bahkan satu hari lebih awal" dengan harapan dapat sedikit menghibur keluarga para prajurit yang berduka.

x|close