Presiden Iran Tegaskan Negaranya Tidak Kembangkan Senjata Nuklir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 07:25
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. Presiden Iran Masoud Pezeshkian. ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya siap meyakinkan komunitas internasional bahwa Iran tidak mengembangkan senjata nuklir maupun menciptakan ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya yang disiarkan kantor berita resmi Iran, IRNA, Minggu, 24 Mei 2026, Pezeshkian mengatakan Iran telah berulang kali menegaskan sikap tersebut, termasuk sebelum wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

"Sebelum Ayatollah Ali Khamenei wafat, kami telah menyatakan dan menegaskan lagi sekarang  bahwa kami siap meyakinkan dunia bahwa kami tidak mengembangkan senjata nuklir," kata Pezeshkian.

Baca Juga: PM Pakistan Sebut Negosiasi AS-Iran Segera Digelar Lagi

Ia justru menuduh Israel sebagai pihak yang memicu ketidakstabilan di kawasan melalui gagasan “Israel Raya” yang dinilai mengancam situasi keamanan regional.

Selain itu, Pezeshkian menegaskan para negosiator Iran tidak akan mengorbankan prinsip-prinsip negara dalam proses diplomasi yang sedang berlangsung dengan berbagai pihak internasional.

Ia menekankan bahwa Iran tidak akan berkompromi terkait “kehormatan dan martabat” negaranya dalam setiap perundingan.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kesepakatan damai dengan Iran pada dasarnya telah dirundingkan dan hanya tinggal menunggu tahap finalisasi.

Baca Juga: Rusia Gelar Latihan Nuklir Besar-besaran, Libatkan Pesawat Tempur hingga Kapal Selam

Situasi di Timur Tengah diketahui kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu. Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap Israel dan sejumlah sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, serta menutup Selat Hormuz.

Namun, ketegangan mulai mereda setelah gencatan senjata diberlakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Kesepakatan penghentian konflik itu selanjutnya diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden Donald Trump.

(Sumber: Antara)

x|close