KAI Siapkan Layanan KA Jarak Jauh Kembali Normal Bertahap Mulai 30 April 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Apr 2026, 08:50
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sejumlah penumpang bersiap menaiki kereta api jarak jauh. ANTARA/HO-Dokumentasi KAI Sejumlah penumpang bersiap menaiki kereta api jarak jauh. ANTARA/HO-Dokumentasi KAI (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan bahwa layanan kereta api jarak jauh (KAJJ) akan dipulihkan secara bertahap mulai 30 April 2026, dengan tetap mengedepankan faktor keselamatan dan kesiapan operasional selama proses berlangsung.

"Proses pemulihan layanan kereta api jarak jauh terus berjalan. Layanan disiapkan untuk kembali normal secara bertahap mulai 30 April 2026 dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesiapan operasional," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Rabu malam.

Saat ini, operasional perjalanan kereta masih mengalami keterlambatan sebagai bagian dari penyesuaian pola perjalanan. Pengaturan dilakukan secara hati-hati agar perjalanan dapat kembali stabil, aman, dan terkendali.

Di tengah proses tersebut, KAI memastikan bahwa hak-hak pelanggan tetap menjadi prioritas utama. Hingga 29 April 2026 pukul 17.00 WIB, sebanyak 13.027 tiket kereta api jarak jauh yang terdampak insiden di Bekasi Timur telah berhasil dikembalikan.

Anne menjelaskan bahwa kebijakan pengembalian dana dilakukan secara penuh guna memberikan kepastian kepada pelanggan.

“KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar bea pesan bagi pelanggan yang terdampak. Seluruh proses dapat diakses dengan mudah melalui berbagai kanal layanan,” ujar Anne.

Baca Juga: Uji Coba KRL Bekasi–Cikarang Lancar, KAI Fokus Pemulihan dan Penanganan Korban

Pengembalian tiket berlaku bagi pelanggan yang membatalkan perjalanan karena keterlambatan, penundaan lebih dari satu jam, perubahan rute, maupun yang memilih tidak menggunakan kereta pengganti atau moda transportasi lanjutan.

Kebijakan ini juga mencakup tiket pulang-pergi, tiket lanjutan (connecting), serta tiket layanan KAI Group yang berada dalam satu kode pemesanan dan terdampak kejadian.

Bagi pelanggan yang tetap melanjutkan perjalanan menggunakan kereta pengganti dengan kelas yang sama atau lebih tinggi, tidak akan dikenakan biaya tambahan. Jika perjalanan tidak dapat dilanjutkan hingga tujuan akhir, KAI menyediakan moda lanjutan dan tetap memberikan pengembalian dana secara penuh.

Untuk proses pengajuan refund, pelanggan dapat memanfaatkan berbagai kanal layanan. Di loket stasiun, pembatalan dapat dilakukan dengan menunjukkan boarding pass atau e-boarding untuk diverifikasi, dengan pengembalian dana secara tunai atau transfer.

Melalui Contact Center 121, pelanggan cukup memberikan kode booking dan data identitas untuk proses pengembalian melalui transfer. Selain itu, bagi perjalanan yang dibatalkan oleh pihak KAI, refund juga bisa dilakukan melalui aplikasi Access by KAI.

Baca Juga: Polisi Periksa Sopir Taksi Online dan Petugas KAI Terkait Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

Batas waktu pengajuan pengembalian tiket diberikan hingga tujuh hari sejak jadwal keberangkatan, sementara proses pencairan dana diupayakan selesai maksimal dalam waktu 1 x 24 jam setelah pembatalan dilakukan. Pengembalian biaya bagasi juga diberikan secara penuh apabila pelanggan tidak jadi melakukan perjalanan.

KAI turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama proses pemulihan berlangsung.

"Dalam proses pemulihan ini, kami memohon pengertian apabila perjalanan masih mengalami kelambatan, dan kami terus berupaya memastikan layanan kembali berjalan dengan baik serta hak pelanggan tetap terpenuhi,” kata Anne menambahkan.

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center KAI 121 atau melalui kanal resmi perusahaan.

(Sumber: Antara)

x|close