Ntvnews.id
Apartment Manager Mediterania, Anggi Febrianti, menjelaskan bahwa Main Control Fire Alarm (MCFA) langsung mendeteksi titik api sejak awal kejadian.
"Kondisi awal kejadian hari ini tuh kurang lebih di setengah delapan pagi. Di dalam MCFA kami itu memang mengidentifikasikan adanya kebakaran. Tim kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dibantu oleh tim Damkar," ujar Anggi kepada wartawan di lokasi, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi keluhan sejumlah penghuni yang mengaku tidak mendengar bunyi alarm ketika asap tebal sudah memenuhi lorong unit mereka.
Pengelola menegaskan bahwa seluruh sistem keselamatan telah memenuhi standar, serta secara rutin menjalani proses sertifikasi dan pemeriksaan.
Baca Juga: Ini Penyebab Kebakaran Apartemen Mediterania Garden
"Dapat saya pastikan itu (alarm) berbunyi. Makanya tim kejadian 07.30 WIB pun sudah langsung on the way ke lokasi. Itu dipastikan semua alarm sistem gedung kita itu berfungsi dengan baik. Boleh dilihat bahwa sampai saat ini pun alarm masih bunyi. Saya juga memiliki video-video sprinkler yang pecah," papar Anggi.
Terkait sprinkler yang disebut tidak mengeluarkan air, Anggi menjelaskan bahwa perangkat tersebut bekerja berdasarkan suhu panas ekstrem, bukan hanya keberadaan asap.
"Sistem proteksi kebakaran itu sprinkler akan pecah pada saat di kondisi lantai yang memang terindikasi adanya panas dengan suhu tertentu. Kalau lantai lain yang tidak mengalami, panasnya tidak sampai di sana, itu tidak akan pecah. Seperti itu sistem kerjanya," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sistem pengumuman darurat telah diaktifkan, meski difokuskan pada area terdampak.
"Lift, akses rilis, dan dari tadi pun kalau memang sistem gedung tidak berjalan dengan baik, maka tim dari pemadam kebakaran atau PMI yang tadi melakukan evakuasi tidak akan bisa menggunakan lift," jelasnya.
Pengakuan Penghuni
Di sisi lain, seorang penghuni bernama Antonius mengaku sempat terjebak di unitnya akibat asap tebal yang berasal dari lantai bawah.
Ia bersama beberapa penghuni lainnya akhirnya naik hingga ke lantai 35, sekitar tujuh lantai di atas unitnya, untuk mencari udara yang lebih bersih.
"Iya, sampai oleh Damkar harus divakum karena enggak bisa napas kami. Kami hanya bisa lakukan naik ke lantai 35, enggak bisa turun ke bawah karena asap sudah sangat penuh ya," kata Antonius kepada wartawan di lokasi, Kamis, 30 April 2026 siang.
Upaya evakuasi mandiri sempat dilakukan melalui tangga darurat maupun lift barang, namun gagal karena lift sudah dipenuhi asap.
"Kami berusaha untuk evakuasi mandiri melalui turun dari tangga darurat maupun lift barang. Ternyata lift barang sendiri sudah dipenuhi sama asap gitu," kata Antonius.
Akhirnya, ia dan penghuni lainnya memilih menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran.
"Jadi yang kami lakukan hanya menunggu sampai tim pemadam kebakaran menjemput. Karena kalau kami paksa untuk masuk ke lift barang, itu lift barang isinya asap gitu, kami pasti jatuh pingsan di sana," kata dia.
Akibat paparan asap, sejumlah penghuni, terutama yang berada di lantai 28 ke bawah, dilaporkan mengalami sesak napas.
"Saya kira yang lebih parah pasti yang lantai 28 ke bawah ya. Lantai 28 ke bawah itu pasti mungkin mereka mau ke atas udah asap, bawah juga asap gitu," tutur dia.
Baca Juga: Polisi Ungkap Sumber Kebakaran Apartemen Mediterania dari Panel Listrik Basement
Antonius juga mempertanyakan efektivitas sistem proteksi kebakaran gedung, mengingat asap dari basement dapat menyebar hingga lantai atas.
"Cuma yang kami bingung itu adalah gini, itu asap kebakaran ini kan sumbernya dari basement. Tapi asap pekat itu sampai ke lantai 28, asapnya sangat hitam, seperti jaraknya cuma berapa meter gitu," kata dia.
Ia menduga alarm dan sprinkler di lantainya tidak berfungsi optimal saat kejadian berlangsung.
"Sprinkler maupun alarm kebakaran tidak bekerja dengan baik, efektif, seperti simulasi kebakaran yang dilakukan oleh tim pemadam kebakaran Jakarta Barat. Nah, itu yang kami sesalkan seperti itu," jelas Antonius.
(Sumber: Antara)
Apartment Manager Mediterania, Anggi Febrianti (kiri) memberikan keterangan kepada pers terkait kebakaran yang melanda salah basement salah satu gedung, Kamis (30/4/2026). ANTARA/Risky Syukur (Antara)