Prabowo Umumkan KUR Bunga 5 Persen dan Program Rumah untuk Buruh di Peringatan May Day 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mei 2026, 12:53
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat Peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026) (ANTARA/Prisca Triferna) Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat Peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026) (ANTARA/Prisca Triferna) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah dengan menyiapkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah. Kebijakan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026.

Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah menginstruksikan bank-bank milik negara untuk segera menyalurkan KUR dengan bunga maksimal 5 persen per tahun sebagai upaya meringankan beban pelaku usaha kecil, termasuk buruh, petani, dan nelayan.

"Saya sudah perintahkan bank-bank milik RI sebentar lagi kita akan kucurkan KUR maksimal 5 persen satu tahun," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Ia menyoroti kondisi masyarakat kecil yang selama ini terbebani bunga pinjaman tinggi yang dianggap tidak wajar, sehingga berdampak pada kesulitan ekonomi.

"Selama ini rakyat kecil kalau pinjam uang, bunganya luar biasa gilanya. Orang kecil, pinjam uang, bunganya bisa 70 persen setahun," ujar Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Guyon Bareng Pramono di Hari Buruh: Bowonya Sama, Partainya Lain

Selain kebijakan pembiayaan, Presiden juga menekankan program perumahan bagi buruh sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan. Pemerintah berupaya mengubah beban biaya sewa rumah menjadi skema kepemilikan rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor panjang dan cicilan yang lebih ringan.

Menurut Presiden, skema tersebut dirancang agar pengeluaran buruh untuk kontrak rumah dapat dialihkan menjadi investasi kepemilikan hunian pribadi.

"Tadi saya mengatakan penghasilan kalian 30 persen untuk kontrak, nanti kita akan yakinkan saudara nanti akan miliki rumah tersebut. Jadi yang tadi 30 persen untuk kontrak, kita kurangi, itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri," kata Presiden menjelaskan.

Ia juga menyebut bahwa tenor cicilan dapat disesuaikan hingga 20 sampai 40 tahun agar lebih terjangkau bagi para pekerja. Pemerintah meyakini skema ini dapat berjalan baik karena kelompok buruh, petani, dan nelayan memiliki penghasilan yang relatif stabil.

Baca Juga: KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Percepat Program Hunian

Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo turut didampingi sejumlah pejabat negara serta disambut oleh tokoh-tokoh serikat buruh seperti Presiden Andi Gani Nena Wea dari KSPSI dan Ketua Umum Said Iqbal dari KSPI.

Hadir pula sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga turut mendampingi dalam agenda peringatan tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close