A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Attempt to read property "name" on null

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 457

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 457
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 42
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Attempt to read property "id" on null

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 458

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 458
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 42
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Attempt to read property "name" on null

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 491

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 491
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 53
Function: author

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Attempt to read property "name" on null

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 457

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 457
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 71
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Attempt to read property "id" on null

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 458

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 458
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 71
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Attempt to read property "name" on null

Filename: controllers/Read.php

Line Number: 91

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 91
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Attempt to read property "id" on null

Filename: controllers/Read.php

Line Number: 92

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 92
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Mobil Listrik Murah China Punya Cara Hindari Tarif Impor Eropa, Kok Bisa? - Ntvnews.id

Mobil Listrik Murah China Punya Cara Hindari Tarif Impor Eropa, Kok Bisa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Okt 2026, 12:50
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Ilustrasi. Mobil listrik buatan produsen mobil China, Xiaomi SU7. (Foto: Istimewa via ArenaEV) Ilustrasi. Mobil listrik buatan produsen mobil China, Xiaomi SU7. (Foto: Istimewa via ArenaEV)

Ntvnews.id, Jakarta - Tarif impor tinggi yang diberlakukan Eropa terhadap kendaraan listrik (EV) buatan China ternyata tidak sepenuhnya menghentikan masuknya mobil-mobil murah dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Salah satu celah yang dimanfaatkan importir adalah menjual kendaraan bekas, bukan mobil baru. Strategi ini mulai menunjukkan hasil.

Melansir Insideevs, Rabu (28/10/2026), China EV Marketplace, perusahaan yang mengekspor kendaraan dan suku cadang China ke pasar internasional, mengungkapkan bahwa penjualan mobil bekas mereka ke Eropa melonjak lebih dari 280% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga akhir September, perusahaan tersebut telah mengekspor sekitar 7.900 mobil ke Uni Eropa. Menurut China EV Marketplace, kendaraan bekas tersebut dapat membantu pembeli menghindari tarif tambahan yang dikenakan Eropa terhadap mobil listrik baru buatan China, yang besarnya bisa mencapai 45,3%.

Sementara itu, kendaraan bekas dengan jarak tempuh lebih dari 6.000 kilometer disebut hanya dikenakan tarif impor sebesar 10%, menurut perusahaan tersebut.

Berbagai Merek Mobil Listrik China Tersedia

Saat ini, China EV Marketplace menawarkan lebih dari 2.600 mobil bekas melalui situsnya. Pilihannya mencakup sejumlah merek populer, seperti BYD, Geely, Nio, Xiaomi, hingga Zeekr. Rentang harganya pun cukup lebar.

Mobil kota Chery QQ Little Ant keluaran 2022 menjadi salah satu pilihan termurah, dengan harga sekitar US$4.000 atau sekitar Rp72 juta. Di sisi lain, tersedia van mewah Zeekr 009 yang dibanderol hingga US$120.000 (Rp2,1 miliar).

Skema bisnisnya terbilang sederhana. Pembeli yang berbasis di Shanghai mencari mobil listrik bekas dengan jarak tempuh relatif rendah, kemudian menjadi perantara untuk menjualnya kepada konsumen di Eropa.

Meski begitu, harga kendaraan tidak hanya mencakup biaya pembelian. Konsumen tetap harus memperhitungkan biaya inspeksi, pengiriman, bea masuk, hingga proses homologasi atau sertifikasi agar kendaraan memenuhi standar yang berlaku di negara tujuan.

Kendati ada biaya tambahan, skema ini dinilai masih menarik bagi pembeli yang ingin mendapatkan mobil listrik China dengan harga lebih kompetitif.

Proses Impor Bisa Memakan Waktu Berbulan-bulan

China EV Marketplace mengklaim dapat membantu memastikan kendaraan yang dibeli memenuhi persyaratan homologasi agar legal digunakan di jalan raya Uni Eropa. Namun, prosesnya tidak instan.

Perusahaan memperkirakan persiapan kendaraan sebelum pengiriman membutuhkan waktu hingga tiga minggu. Setelah itu, mobil bisa memerlukan waktu hingga tiga bulan untuk tiba di pelabuhan tujuan.

Pembeli juga harus melewati tahapan sertifikasi, pemeriksaan bea cukai, dan pengiriman lokal sebelum kendaraan dapat digunakan.

Ada pula tantangan teknis yang perlu diperhatikan, termasuk perbedaan standar konektor pengisian daya antara China dan Eropa. Untuk mengatasinya, perusahaan menyebut dapat menyediakan adaptor yang sesuai.

Skema ini juga belum tentu dapat diterapkan di semua negara. Pasar Amerika Serikat (AS), misalnya, memiliki hambatan tersendiri yang membuat strategi serupa tidak mudah dilakukan.

Mobil Hybrid Plug-in Ikut Terdampak

Peluang impor mobil bekas tidak hanya berkaitan dengan kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV). Kebijakan pembatasan impor Eropa terhadap kendaraan hybrid plug-in (PHEV) buatan China juga berpotensi mendorong konsumen mencari alternatif melalui pasar mobil bekas.

Chief Operating Officer China EV Marketplace, Jakub Gersl, mengatakan tarif impor telah melemahkan permintaan terhadap mobil listrik berbasis baterai baru buatan China di kalangan pelanggan Eropa.

"Kami memperkirakan pembatasan impor kendaraan hybrid juga akan menekan penjualan kendaraan hybrid plug-in (PHEV) baru," kata Gersl dalam pernyataan kepada CarNewsChina.

Dia menjelaskan, kendaraan bekas tidak termasuk dalam cakupan tarif tambahan untuk BEV maupun kuota impor PHEV baru yang dimaksud perusahaan. Kondisi tersebut membuat China EV Marketplace menjadikan mobil bekas sebagai fokus utama bisnisnya di Eropa.

Untuk saat ini, strategi tersebut terutama menyasar Eropa dan sejumlah pasar lain yang memungkinkan skema serupa. Seiring meningkatnya penetrasi kendaraan listrik China di berbagai negara, pasar lain seperti Kanada dan Meksiko juga berpotensi menjadi tujuan ekspansi berikutnya.

Meski menawarkan alternatif yang lebih terjangkau, calon pembeli tetap perlu memeriksa aturan impor setempat, persyaratan registrasi, garansi, serta kompatibilitas pengisian daya sebelum membeli mobil listrik bekas dari China.