Ntvnews.id, Jakarta - Produsen mobil China mulai membuka peta persaingan industri otomotif tahun 2026.
Di tengah pasar yang kian padat dan pertumbuhan yang melambat, strategi para pemain besar terlihat semakin kontras, produsen konvensional memilih langkah aman, sementara startup kendaraan listrik (EV) tancap gas dengan target agresif.
Seperti dilaporkan CarNewsChina, Rabu (14/1/2026), sejumlah grup otomotif mapan menetapkan target pertumbuhan stabil di kisaran 10-15 persen.
Fokus utama mereka tetap pada percepatan elektrifikasi, penguatan teknologi kendaraan pintar, serta ekspansi pasar global.
Sebaliknya, startup EV dan perusahaan teknologi yang terjun ke industri otomotif justru membidik lonjakan penjualan tinggi, bahkan hingga lebih dari 60 persen, demi merebut pangsa pasar kendaraan listrik cerdas.
Produsen Mobil Tradisional Pilih Pertumbuhan Stabil
Beberapa raksasa otomotif China menegaskan pendekatan konservatif namun terukur untuk 2026, dengan kendaraan energi baru (NEV) sebagai tulang punggung pertumbuhan.
Geely Automobile menargetkan penjualan 3,45 juta unit pada 2026, naik sekitar 14 persen setelah sukses menjual lebih dari 3 juta unit pada 2025.
Merek Geely diproyeksikan menyumbang 2,75 juta unit, sementara Zeekr dan Lynk & Co masing-masing membidik 300.000 dan 400.000 unit. Penjualan NEV Geely ditargetkan mencapai 2,22 juta unit atau tumbuh 32 persen, dengan tingkat penetrasi naik menjadi 64,3 persen.
Changan Automobile memasang target penjualan 3,3 juta unit atau naik 13,3 persen. Dari jumlah tersebut, 1,4 juta unit (pertumbuhan 26,2 persen) berasal dari kendaraan energi baru, sementara penjualan luar negeri ditargetkan menembus 750.000 unit (pertumbuhan 17,7 persen).
Chery Group menargetkan penjualan 3,2 juta unit pada 2026, tumbuh 14,03 persen dibandingkan capaian 2025. Manajemen menyebutkan akan meluncurkan 17 model utama dari lima merek andalannya untuk memperkuat elektrifikasi dan teknologi cerdas.
Baca Juga: Bos General Motors Tegaskan Mobil Listrik Tetap Masa Depan, Meski Industri Otomotif Sedang Melambat
Target penjualan produsen mobil China 2026. (Foto: Istimewa via CarNewsChina)
Dongfeng Group membidik penjualan 3,25 juta unit, termasuk 1,7 juta NEV dan 600.000 unit ekspor, seiring pencapaian target ambisius pada 2025.
Sementara itu, Great Wall Motors mengambil langkah lebih hati-hati dengan target minimum 1,8 juta unit. Meski konservatif, angka ini tetap menunjukkan potensi pertumbuhan signifikan dibandingkan penjualan 2025, yakni 1,324 juta unit.
Startup EV Pasang Target Tinggi dan Agresif
Berbeda dari pemain lama, startup EV dan perusahaan teknologi tampil agresif dengan target pertumbuhan dua digit tinggi.
Leapmotor menjadi salah satu yang paling ambisius. Setelah mencatatkan pengiriman 596.600 unit pada 2025 (naik 103 persen), perusahaan ini membidik 1 juta unit pada 2026, atau tumbuh 67,5 persen.
Xiaomi Automobile juga mencuri perhatian. Setelah melampaui target awal dengan pengiriman lebih dari 410.000 unit pada 2025, Xiaomi menargetkan 550.000 unit pada 2026. Empat model baru, termasuk facelift SU7 dan dua SUV jarak jauh, disiapkan untuk menopang pertumbuhan.
Nio mengusulkan pertumbuhan penjualan 40-50 persen, dengan target 456.000 hingga 489.000 unit pada 2026. Model baru seperti ES9 dan Onvo L90 berteknologi LiDAR diharapkan memperkuat posisi Nio di segmen EV premium.
Pasar Melambat, Konsolidasi Industri Menguat
Asosiasi Informasi Pasar Mobil Penumpang China memperkirakan penjualan ritel mobil penumpang hanya mencapai sekitar 24 juta unit pada 2026, atau tumbuh tipis 1 persen secara tahunan. Penetrasi kendaraan energi baru diproyeksikan mencapai 61 persen.
Dengan pertumbuhan pasar yang minim, persaingan dipastikan semakin ketat. Konsolidasi industri otomotif China pun diperkirakan akan berlangsung lebih cepat, menekan pemain dengan daya saing lemah.
Lembaga konsultan Roland Berger mencatat, berbeda dengan pasar negara maju yang dikuasai segelintir produsen besar, industri otomotif China masih memiliki ruang luas untuk konsolidasi.
Meski eliminasi pemain kecil terus terjadi, restrukturisasi industri diprediksi menjadi pertarungan panjang seiring perusahaan terus menyesuaikan strategi dan memperbaiki kelemahan.
Chery Group menargetkan penjualan 3,2 juta unit pada 2026. (Foto: Istimewa/Adiantoro/NTV)