Ntvnews.id, Jakarta - Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pergeseran signifikan pasar otomotif nasional menuju kendaraan elektrifikasi sepanjang 2021-2025.
Penjualan kendaraan berbahan bakar konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE) terus melemah, sementara mobil listrik dan hybrid mencatat pertumbuhan pesat.
Penjualan ICE sempat mencapai puncak pada 2022 dengan 1.027.359 unit, namun turun menjadi 934.444 unit pada 2023, merosot ke 762.495 unit di 2024, dan kembali melemah ke 628.543 unit pada 2025.
Tren ini menandakan mulai berkurangnya dominasi kendaraan konvensional di Indonesia. Sebaliknya, kendaraan elektrifikasi terus mencatat kenaikan. Penjualan Hybrid Electric Vehicle (HEV) melonjak dari 2.472 unit pada 2021 menjadi 65.943 unit pada 2025.
Penjualan mobil listrik murni melonjak hingga 103.931 unit pada 2025. (Foto: Istimewa)
Segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) juga mulai berkembang, dengan penjualan naik tajam menjadi 5.270 unit pada 2025.
Lonjakan terbesar terjadi pada Battery Electric Vehicle (BEV). Dari hanya 687 unit pada 2021, penjualan mobil listrik murni melonjak hingga 103.931 unit pada 2025.
Capaian ini menegaskan percepatan adopsi mobil listrik di Indonesia, seiring dukungan kebijakan pemerintah dan penguatan ekosistem kendaraan listrik.
Ilustrasi. Mobil listrik sedang melakukan pengisian daya. (Foto: Reuters)