Ntvnews.id, Jakarta - Masjid Istiqlal Jakarta bakal menyedikana sebanyak 4.000 porsi makanan berbuka puasa setiap harinya selama bulan Ramadhan.
"Kita mengantisipasi karena banyaknya program baru Masjid Istiqlal, maka kita naikkan (porsi makanan berbuka puasa) 4.000 boks nasi di sini," kata Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, dilansir Antara, Jumat 28 Februari 2025.
Baca Juga: MUI: Awal Puasa Berpotensi Beda Hari, Tapi Lebaran Sepakat Bersama
Nasaruddin yang juga Menteri Agama itu juga menjelaskan penyiapan sebanyak 4.000 porsi makanan berbuka puasa ini bertujuan untuk melayani kebutuhan buka puasa para jamaah.
Nasaruddin Umar (YouTube Kemenag RI)
"Iftar (buka puasa) kalau hari-hari biasa di sini paling sedikit 3.000 orang, bayangkan jumlahnya tidak sedikit. Hari Jumat bisa sampai 6.000-10.000 orang tergantung ada event-event tertentu," jelasnya.
Nasaruddin Umar menjelaskan menu makanan berbuka puasa tersebut terdiri atas nasi box, takjil, kurma, serta air mineral. "Kebanyakan kita peroleh juga dari sponsor-sponsor, masyarakat, dan instansi," ujarnya.
Nasaruddin juga menyebutkan Masjid Istiqlal siap untuk memfasilitasi masyarakat yang hendak melakukan ibadah i'tikaf di masjid selama 30 hari.
Meski demikian, jelas dia, kegiatan i'tikaf yang bisa dilakukan selama 24 jam di Masjid Istiqlal baru bisa dilakukan pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.
"Setiap hari ada kegiatan tadarusan. Biasanya pada 10 Ramadhan terakhir akan ada kegiatan 24 jam. Wisata Ramadhan di Indonesia itu luar biasa," tutur Nasaruddin Umar.