Ntvnews.id, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subianto menyampaikan permintaan maaf terkait intimidasi yang dilakukan oleh dua pengawalnya ke salah satu wartawan. Hal tersebut sempat menjadi viral.
Atas insiden tersebut, Jenderal Agus Subiyanto langsung menyampaikan permintaan maaf. Ia juga mengatakan lebih lanjut bahwa kedua pria tersebut bukan ajudannya, melainkan tim pengawal.
Baca Juga: Ajudan Panglima TNI Ancam Wartawan: Kutandai Muka Kau, Kusikat Ya!
Meskipun demikian, Jenderal Bintang empat itu bakal mengambil tindakan terhadap kedua pria tersebut yang diduga telah melakukan intimidasi terhadap seorang wartawan.
"Saya mohon maaf atas tindakan pengawal saya, dan maaf atas ketidaknyamanan insan media. Saya akan evaluasi agar tidak terulang lagi," ujar Agus, Jumat 28 Februari 2025.
Panglima TNI Agus Subiyanto (NTVnews.id/Deddy Setiawan)
Seperti diberitakan sebelumnya, jurnalis bernama Adhyasta menghampiri Agus Subiyanto untuk melakukan wawancara dan menanyakan perihal penyerangan Polres Tarakan yang dilakukan oleh sejumlah oknum TNI.
Namun setelah wawancara tersebut, Adhyasta mendapatkan perlakuan intimidasi yang diduga ajudannya setelah Panglima TNI meninggalkan lokasi.
"Kau memang tidak di-briefing?" tanya seorang ajudan dengan seragam TNI AU di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta.
Adhyasta pun bertanya kepada prajurit TNI tersebut. "Di-briefing apa, ya? Saya baru datang," kata dia.
Kemudian, seorang ajudan Panglima TNI lainnya, mengancam Adhyasta. "Kutandai muka kau, kusikat kau ya," ancam ajudan itu.
Adhyasta lantas merespons, "Lah kan saya nanya doang ke Panglima TNI, beliau juga berkenan menjawab."
Ajudan berseragam TNI AU tadi lalu menanyakan asal media Adhyasta serta melihat ID pers Istana Kepresidenan dan media asal yang dikenakan Adhyasta. Lalu, kedua ajudan pergi, mengingat situasi di lapangan sangat ramai.