Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan fitur belanja langsung atau live shopping tercatat diminati 80 persen konsumen Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025
Mendag Busan menjelaskan, kemampuan menyediakan ulasan produk secara daring dan interaktif menjadi keunggulan dari fitur ini.
Menurutnya live shopping bahkan jauh lebih diminati dibandingkan fitur permainan atau gamifikasi seperti pengumpulan poin atau kenaikan peringkat, yang hanya diminati 31 persen konsumen Harbolnas 2025. Selain itu, hanya 7 persen konsumen yang meminati fitur lelang (bid).
Metode promosi melalui afiliator pun menunjukkan kinerja positif. Sebesar 54 persen konsumen Harbolnas 2025 membeli melalui tautan yang dibagikan oleh afiliator di berbagai saluran di platform media sosial seperti Instagram Story, TikTok Post, Facebook, dan YouTube Shorts," ucap Mendag Busan dalam keterangan tertulisnya, Senin 5 Januari 2025.
Baca juga: Bukan Gegara Rojali-Rohana, Ekonom Sebut Mal Sepi karena Konsumen Beralih Belanja Online
Harbolnas 2025 menjadi program kolaboratif Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta idEA.
Program ini diluncurkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Mendag Busan pada 4 Desember 2025 di Gandaria City, Jakarta.
Mendag Busan berharap, Harbolnas dapat terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV.
Program ini juga sejalan dengan pelaksanaan Every Purchase is Cheap (EPIC) Sale dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Great Sale, yang jika ketiganya digabungkan menargetkan nilai transaksi hingga Rp110 triliun untuk 2025.
“Melalui kombinasi program belanja tersebut, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat dapat meningkat secara signifikan," tutur Mendag Busan.
"Pelaku usaha juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan skala usaha, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan kapasitas digital di tengah ekosistem perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) yang semakin kompetitif,” lanjutnya.
Baca juga: Tips Menghindari Phishing Saat Berbelanja Online
Adapun Harbolnas 2025 yang berlangsung pada 10—16 Desember 2025 mencatatkan total transaksi Rp36,4 triliun.
Adapun angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp33 sampai 34 triliun.
Harbolnas 2025 juga mencatatkan kenaikan transaksi hingga 17 persen dibandingkan Harbolnas 2024 yang mencatatkan Rp31,2 triliun.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menjawab pertanyaan awak media setelah menghadiri pemusnahan balpres pakaian bekas impor di Nambo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Jumat, 14 November 2025. (ANTARA/Aji Cakti) (Antara)