Sidang Perdana Maduro di New York: Saya Tidak Bersalah, Saya Masih Presiden

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jan 2026, 08:46
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. ANTARA/Anadolu/pri. Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Nicolas Maduro untuk pertama kalinya muncul di hadapan publik sejak ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat. Presiden Venezuela itu menjalani sidang perdananya di Pengadilan Federal New York pada Senin, 5 Januari 2026, dengan sikap tegas membantah seluruh dakwaan dan menegaskan statusnya sebagai kepala negara yang sah.

Dalam persidangan tersebut, Maduro secara langsung menyatakan dirinya tidak bersalah atas tuduhan terkait narkotika yang diajukan otoritas AS. Penampilan ini menjadi momen perdana Maduro di ruang terbuka sejak ia dibawa keluar dari Venezuela beberapa hari sebelumnya.

“Saya tidak bersalah,” ujar Maduro di hadapan hakim, sebagaimana dilaporkan AFP.

Ia juga mengklaim proses penangkapannya sebagai tindakan penculikan. Dengan suara lantang, Maduro mengatakan dirinya ditangkap di kediamannya di Caracas.

“Saya di sini diculik sejak 3 Januari, Sabtu. Saya ditangkap di rumah saya di Caracas, Venezuela,” kata pria berusia 63 tahun tersebut.

Baca Juga: PH Minta Majelis Hakim Pertimbangkan Status Tahanan Kota Untuk Nadiem

Namun, pernyataan Maduro tidak berlangsung lama. Hakim Alvin Hellerstein memotong pembicaraannya dan menegaskan bahwa pengadilan akan menyediakan ruang tersendiri untuk membahas klaim tersebut.

“Akan ada waktu dan tempat untuk membahas semua ini,” ujar Hellerstein.

Situasi di ruang sidang sempat memanas menjelang akhir persidangan. Menurut laporan Al Jazeera, terjadi adu mulut antara Maduro dan seorang pria di galeri publik yang berteriak bahwa ia akan mempertanggungjawabkan kejahatannya. Menanggapi teriakan itu, Maduro melontarkan pernyataan singkat sebelum digiring keluar ruang sidang.

“Saya adalah tawanan perang,” katanya.

Hakim Hellerstein kemudian menetapkan bahwa Maduro wajib kembali hadir di pengadilan untuk menjalani sidang lanjutan yang dijadwalkan pada 17 Maret mendatang.

Dalam perkara yang sama, istri Maduro, Cilia Flores, juga menyampaikan pembelaannya. Flores menyatakan tidak bersalah atas dakwaan yang diajukan pemerintah Amerika Serikat terhadap dirinya.

Baca Juga: Wamenkum: Hanya Presiden dan Lima Lembaga Negara yang Bisa Laporkan Dugaan Penghinaan

Di sisi lain, kondisi Flores turut menjadi perhatian dalam persidangan. CNN melaporkan, pengacara Flores, Mark Donnelly, menyebut kliennya memerlukan pemeriksaan medis akibat cedera yang dialami saat penangkapan.

Donnelly mengatakan Flores mengalami “cedera signifikan selama penculikan”, yang diduga berupa patah tulang atau memar parah pada bagian tulang rusuk.

Selain itu, baik Maduro maupun Flores secara resmi meminta untuk bertemu dengan perwakilan konsulat Venezuela. Permintaan tersebut diajukan setelah hakim menjelaskan hak keduanya untuk mendapatkan akses konsuler selama proses hukum berlangsung.

HIGHLIGHT

x|close