Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan bahwa pemerintah telah membayarkan subsidi senilai Rp281,6 triliun pada tahun 2025.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) suahasil Nazara mengatakan, subsidi tersebut mencakup subsidi energi dan nonenergi.
"Semua volume barang bersubsidi di tahun 2025 meningkat dibandingkan tahun 2024," ucap Sua dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis 8 Januari 2026.
Lebih lanjut, Sua merincikan realisasi pembayaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) disalurkan untuk 18,98 juta kiloliter, atau tumbuh 4,7 persen dari realisasi 2024 sekitar 18,12 juta kiloliter.
Baca juga: Menteri Mulai Berdatangan di Hambalang Ikuti Retret, Purbaya: Bahas Program Unggulan
Kemudian untuk LPG 3 kilogram telah terserap 8,54 juta ton, atau tumbuh 3,9 persen dari realisasi tahun lalu 8,23 juta ton.
Realisasi subsidi listrik telah mencapai 42,8 juta pelanggan, atau tumbuh 2,6 persen dari tahun sebelumnya sebesar 41,7 juta pelanggan.
Bergeser ke subsidi nonenergi yakni pupuk bersubsidi, pemerintah merealisasikan 8,1 juta ton, tumbuh 12,1 persen dari tahun lalu 7,2 juta ton.
Adapun untuk subsidi perumahan mencapai 278,9 ribu unit rumah, atau tumbuh 39,5 persen dari realisasi tahun lalu 200 ribu rumah.
Baca juga: Purbaya Lapor APBN Tekor Rp695,1 T Sepanjang 2025, Meleset dari Target
"Ini adalah bentuk keberpihakan kita, memastikan bahwa APBN memenuhi kebutuhan masyarakat," lanjutnya.
Seperti diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Hingga 31 Desember 2025 defisit sebesar Rp695,1 triliun.
Purbaya menjelaskan angka defisit ini setara dengan 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"kita tetap jaga pastikan bahwa defisitnya tidak di atas 3 persen, defisitnya memang naik ke 2,92 persen dari rencna awal 2,53 persen," ucap Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis 8 Januari 2026.
Purbaya merincikan, untuk pendapatan negara hingga akhir Desember mencapai Rp2.756 triliun atau setara dengan 91,7 persen pendapatan dari target APBN 2025.
Dalam hal ini, pendapatan negara berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp1.917,9 triliun, kepabeanan dan cukai sebesar Rp300,3 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp534,1 triliun.
Kemudian belanja negara hingga akhir Desember mencopau Rp3.451 triliun atau setara dengan 95,3 persen dari target APBN 2025.
Sementara itu, dari sisi keseimbangan primer juga mencatatkan defisit sebesar Rp180,7 triliun.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) suahasil Nazara