Ntvnews.id, Beijing - Pemerintah China menyatakan keterkejutannya sekaligus mengecam keras serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela, termasuk penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya.
"China sangat terkejut dan mengutuk keras tindakan Amerika Serikat yang secara terang-terangan menggunakan kekuatan militer terhadap suatu negara berdaulat dan bahkan menangkap presiden negara tersebut," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China sebagaimana dimuat di laman resmi Kementerian Luar Negeri China.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan operasi militer di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu, 3 Januari 2026 dini hari. Keduanya disebut telah diamankan dan diterbangkan keluar dari wilayah Venezuela.
"Tindakan semacam ini secara serius melanggar hukum internasional, melanggar kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan di kawasan Amerika Latin dan Karibia," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Baca Juga: AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela
China menegaskan penolakannya terhadap langkah Washington itu.
"Kami mendesak agar Amerika Serikat untuk mematuhi hukum internasional serta tujuan dan prinsip Piagam PBB dan menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara-negara lain," tegas pernyataan tersebut.
Laporan juga menyebutkan sedikitnya tujuh ledakan terjadi, disertai jet tempur yang terbang rendah di atas ibu kota Venezuela, Caracas, saat serangan AS berlangsung. Pemadaman listrik dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Caracas, termasuk kawasan selatan kota yang berdekatan dengan pangkalan militer utama.
Di sisi lain, Jaksa Agung AS Pam Bondi melalui platform media sosial X menyampaikan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah didakwa di Distrik Selatan New York atas sejumlah tuduhan pidana, termasuk "narco-terorism" atau terorisme narkoba.
AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela (X The Tradesman)
Bondi menambahkan, keduanya juga menghadapi dakwaan konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan perangkat penghancur, serta konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan perangkat penghancur yang ditujukan terhadap Amerika Serikat.
Atas berbagai tuduhan tersebut, Maduro dan Flores disebut akan segera menjalani proses persidangan di Amerika Serikat.
Trump menyatakan bahwa rincian lebih lanjut terkait penangkapan Maduro akan diumumkan kemudian, dan konferensi pers dijadwalkan berlangsung pada pukul 11.00 waktu setempat di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida.
Baca Juga: Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Baru, 4 Perusahaan Minyak Venezuela Disasar
Sementara itu, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez menegaskan penolakan negaranya terhadap kehadiran pasukan asing.
“Venezuela yang merdeka, independen, dan berdaulat menolak dengan segenap kekuatan sejarahnya kehadiran pasukan asing ini yang selama ini hanya membawa kematian, penderitaan, dan kehancuran,” ujar Padrino dalam pesan video yang disampaikan pada Sabtu.
Ia juga menyerukan kepada komunitas internasional serta seluruh organisasi multilateral untuk mengutuk pemerintah Amerika Serikat atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.
AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela (Reuters/Antara)