Kuba dan Kolombia Kecam Serangan AS ke Venezuela

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jan 2026, 08:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela (X The Tradesman)

Ntvnews.id, Caracas - Para pemimpin Kuba dan Kolombia menyatakan penentangan terhadap dugaan serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela yang dilaporkan terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2025.

Dalam operasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengklaim telah berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya.

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menyampaikan kecamannya melalui media sosial X.

“Kuba mengecam dan menuntut reaksi mendesak dari komunitas internasional terhadap serangan kriminal AS terhadap Venezuela,” tulis Díaz-Canel, seperti dikutip dari Reuters, Minggu, 4 Januari 2026.

Ia menilai kawasan Amerika Latin dan Karibia tengah “diserang secara brutal” serta menyebut tindakan itu sebagai bentuk “terorisme negara terhadap rakyat Venezuela yang berani serta terhadap Amerika Kita.”

Baca Juga: Trump Umumkan Pasukan AS Berhasil Tangkap Presiden Venezuela

Di sisi lain, Presiden Kolombia Gustavo Petro mengungkapkan kekhawatirannya atas laporan ledakan dan aktivitas udara yang tidak lazim di Venezuela, serta meningkatnya eskalasi ketegangan akibat peristiwa tersebut. Petro menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk aksi militer sepihak yang dapat memperparah keadaan dan membahayakan warga sipil.

Pemerintah Venezuela menuding Amerika Serikat telah menyerang sejumlah target sipil dan militer di Caracas maupun kota-kota lainnya.

AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela <b>(Reuters/Antara)</b> AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela (Reuters/Antara)

Mengutip pejabat AS, Fox News melaporkan bahwa militer Amerika Serikat memang melakukan serangan ke Venezuela. Namun demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Washington yang mengonfirmasi laporan tersebut.

Baca Juga: Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Baru, 4 Perusahaan Minyak Venezuela Disasar

Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menegaskan bahwa negaranya “menolak, mengutuk, dan mengecam agresi militer yang sangat serius” yang dituduhkan kepada Amerika Serikat.

Menyusul laporan serangan tersebut, Presiden Venezuela Nicolás Maduro menandatangani serta memerintahkan pemberlakuan dekrit Keadaan Gangguan Eksternal di seluruh wilayah nasional.

HIGHLIGHT

x|close