Ntvnews.id, Moskow - Pemerintah Rusia mengecam keras tindakan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela yang terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026 dini hari waktu setempat. Moskow menegaskan tidak ada alasan yang dapat dibenarkan atas aksi serangan yang dilakukan Washington tersebut.
Dilansir dari AFP, Minggu, 4 Januari 2026, Rusia juga menilai bahwa pendekatan diplomasi telah tersingkir akibat dominasi permusuhan ideologis.
Venezuela diketahui merupakan salah satu sekutu utama Rusia di kawasan Amerika Selatan, meskipun Kremlin tidak pernah secara terbuka menyatakan akan memberikan bantuan militer kepada Caracas apabila terjadi konflik dengan AS.
"Pagi ini, Amerika Serikat melakukan aksi agresi bersenjata terhadap Venezuela. Ini sangat mengkhawatirkan dan patut dikutuk," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.
Baca Juga: Trump Klaim AS Ambil Alih Venezuela Usai Tangkap Presiden Maduro
"Dalih yang digunakan untuk membenarkan tindakan tersebut tidak dapat diterima. Permusuhan ideologis telah mengalahkan pragmatisme bisnis," lanjut pernyataan itu.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Rusia tidak secara eksplisit menyebut Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang sebelumnya diklaim oleh Presiden AS Donald Trump telah ditangkap dalam operasi militer tersebut. Rusia kembali menegaskan dukungannya kepada Venezuela dan rakyatnya.
AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela (Reuters/Antara)
"Kami menegaskan kembali solidaritas kami dengan rakyat Venezuela dan dukungan kami terhadap tindakan kepemimpinan Bolivarian yang bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional dan kedaulatan negara," bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.
Selain itu, Moskow menekankan bahwa kawasan Amerika Selatan seharusnya tetap dijaga sebagai wilayah yang damai.
Baca Juga: Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Baru, 4 Perusahaan Minyak Venezuela Disasar
"Dalam situasi saat ini, yang terpenting adalah mencegah eskalasi lebih lanjut dan fokus pada pencarian jalan keluar dari situasi ini melalui dialog," tegas Kementerian Luar Negeri Rusia.
"Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan yang merusak, apalagi militer, dari pihak luar," imbuh pernyataan tersebut.
Rusia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat laporan mengenai warga negara Rusia yang menjadi korban luka akibat serangan AS di Venezuela. Kedutaan Besar Rusia di Caracas pun dipastikan masih beroperasi secara normal.
Kremlin (( (Antara (Xinhua) ))