Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya menyaksikan secara langsung proses penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dari sebuah ruangan di kompleks Mar-a-Lago, Palm Beach, bersama sejumlah jenderal militer. Menurut Trump, peristiwa tersebut terasa seperti sedang menyaksikan tayangan di televisi.
"Saya diberitahu oleh orang-orang militer sungguhan bahwa tidak ada negara lain di dunia yang dapat melakukan manuver seperti itu," ujar Trump dalam wawancara via sambungan telepon dengan Fox News, seperti dikutip dari AFP, Minggu, 4 Januari 2026.
"Jika Anda melihat apa yang terjadi, maksud saya, saya menontonnya secara harfiah, seperti sedang menonton acara televisi," imbuhnya.
Baca Juga: Trump Klaim AS Ambil Alih Venezuela Usai Tangkap Presiden Maduro
Trump menilai masyarakat Venezuela menyambut gembira penangkapan Maduro. Ia beralasan, warga Venezuela memiliki pandangan positif terhadap Amerika Serikat dan menganggap pemerintahan Maduro sebagai rezim kediktatoran. Trump juga menyebut bahwa Maduro sempat mencoba membuka jalur negosiasi, namun upaya tersebut ditolaknya.
Saat menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru di Palm Beach, Trump mengatakan dirinya menyaksikan secara langsung operasi militer AS dalam menangkap Maduro, termasuk aksi mendobrak pintu baja.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu, 3 Januari 2026 mempublikasikan foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Istimewa)
"Yah, kami mengamatinya dari sebuah ruangan. Kami punya ruangan, dan kami mengamatinya, dan kami mengamati setiap aspeknya. Kami dikelilingi oleh banyak orang, termasuk para jenderal, dan mereka tahu semua yang terjadi. Dan itu sangat kompleks, sangat kompleks," kata Trump.
"Sungguh, mereka menerobos masuk, dan mereka menerobos ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak mungkin dimasuki, menerobos pintu baja yang dipasang di sana hanya untuk alasan ini, dan mereka dilumpuhkan dalam hitungan detik. Saya belum pernah melihat hal seperti itu," lanjutnya.
Trump juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat menyiagakan sejumlah besar armada udara, termasuk helikopter dan jet tempur, untuk mendukung operasi tersebut.
Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat perjalanan ke Tokyo di pesawat Air Force One, Senin 27 Oktober 2025. ANTARA FOTO/REUTERS/Evelyn Hockstein/agr (Antara)