Ntvnews.id, Washington - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai tindakan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela sebagai perkembangan yang mengkhawatirkan dan berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, melalui juru bicaranya Stephane Dujarric, menyampaikan kekhawatiran tersebut pada Sabtu, 3 Januari 2026.
"Terlepas dari situasi di Venezuela, sederet perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya. Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh - oleh semua pihak - terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB," kata Dujarric dalam pernyataan resmi.
Ia menegaskan bahwa Sekjen PBB sangat prihatin atas indikasi tidak dihormatinya prinsip-prinsip hukum internasional dalam perkembangan terbaru tersebut.
Dalam pernyataannya, PBB juga menyebut Guterres "sangat prihatin dengan eskalasi baru-baru ini di Venezuela" dan mengingatkan adanya "potensi implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan tersebut".
Lebih lanjut, Guterres mendorong seluruh pihak di Venezuela untuk mengedepankan dialog yang inklusif guna meredakan ketegangan.
Ia menekankan bahwa proses dialog tersebut harus dijalankan "dengan menghormati secara penuh hak asasi manusia (HAM) dan supremasi hukum," sebagaimana disampaikan dalam pernyataan tersebut.
Baca Juga: Ketegangan AS–Venezuela Memanas, Indonesia Tekankan Solusi Damai
Baca Juga: Venezuela Sebut AS Serang Permukiman Warga Sipil
(Sumber: Antara)
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (Gime5) (Antara)