Trump Klaim Banyak Warga Kuba Tewas Saat Pasukan AS Tangkap Nicolas Maduro

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jan 2026, 13:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: ANTARA/Anadolu/py/am) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: ANTARA/Anadolu/py/am) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan banyak warga Kuba tewas ketika pasukan AS melancarkan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Trump menilai hal itu terjadi lantaran Kuba selama ini bergantung pada Venezuela.

Dilansir dari AFP, Minggu, 4 Januari 2026, kedua negara Amerika Latin tersebut dikenal sebagai sekutu dekat. Venezuela dan Kuba menganut ideologi komunis serta sama-sama menghadapi sanksi ekonomi dari Amerika Serikat.

Selama puluhan tahun, Kuba disebut sangat bergantung pada Venezuela, terutama dalam hal dukungan ekonomi dan pasokan bahan bakar. Menjelang serangan AS pada Sabtu, 3 Januari 2026, sejumlah media Amerika menggambarkan Maduro sangat mengandalkan penasihat dan pengawal yang berasal dari Kuba.

Hingga kini, baik Venezuela maupun Amerika Serikat belum merilis data resmi mengenai jumlah korban tewas dalam serangan yang terjadi saat penangkapan Maduro. Trump sendiri hanya menyatakan tidak ada warga Amerika yang meninggal dunia.

Baca Juga: Trump Klaim Saksikan Langsung Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro

Dalam wawancara dengan The New York Post, Trump mengklaim banyak warga Kuba kehilangan nyawa karena disebut ikut melindungi Maduro.

"Anda tahu, banyak warga Kuba kehilangan nyawa mereka tadi malam. Apakah Anda tahu itu? Banyak warga Kuba kehilangan nyawa mereka. Mereka melindungi Maduro. Itu bukan langkah yang baik," ujar Trump dalam wawancara usai konferensi pers terkait serangan ke Caracas.

AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela <b>(X The Tradesman)</b> AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela (X The Tradesman)

Trump tidak merinci jumlah korban tewas tersebut. Ia hanya kembali menekankan ketergantungan Kuba terhadap Venezuela.

"Kuba selalu sangat bergantung pada Venezuela. Dari sanalah mereka mendapatkan uang, dan mereka melindungi Venezuela, tetapi itu tidak berjalan dengan baik dalam kasus ini," kata Trump.

Selain itu, Trump juga menyampaikan peringatan kepada pemerintah Kuba. Meski demikian, ia menegaskan tidak akan melancarkan serangan terhadap negara tersebut.

"Jika saya tinggal di Havana dan berada di pemerintahan, saya akan sedikit khawatir. Tidak (menyerang Kuba), Kuba akan runtuh dengan sendirinya. Kuba sedang dalam kondisi yang sangat buruk," ujar Trump.

HIGHLIGHT

x|close